Pengertian, Tujuan, Ciri Khas, Dan Ruang Lingkup Pembelajaran Tematik Pada Implementasi Kurikulum 2019 Sd/Mi

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang memakai tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga sanggup memperlihatkan pengalaman bermakna bagi penerima didik. 

Pembelajaran terpadu didefinisikan sebagai pembelajaran yang menghubungkan banyak sekali gagasan, konsep, keterampilan, sikap, dan nilai, baik antar mata pelajaran maupun dalam satu mata pelajaran.Pembelajaran tematik memberi pemfokusan pada pemilihan suatu tema yang spesifik yang sesuai dengan bahan pelajaran, untuk mengajar satu atau beberapa konsep yang memadukan banyak sekali informasi.

Pembelajaran tematik berdasar pada filsafat konstruktivisme yang berpandangan bahwa pengetahuan yang dimiliki penerima didik merupakan hasil bentukan penerima didik sendiri. 

Peserta didik membentuk pengetahuannya melalui interaksi dengan lingkungan, bukan hasil bentukan orang lain. Proses pembentukan pengetahuan tersebut berlangsung secara terus menerus sehingga pengetahuan yang dimiliki penerima didik menjadi semakin lengkap.

Pembelajaran tematik menekankan pada keterlibatan penerima didik secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga penerima didik sanggup memperoleh pengalaman pribadi dan terlatih untuk sanggup menemukan sendiri banyak sekali pengetahuan yang dipelajarinya. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt, termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak.

Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep mencar ilmu sambil melaksanakan sesuatu (learning by doing). Oleh alasannya yaitu itu, guru perlu mengemas atau merancang pengalaman mencar ilmu yang akan mensugesti kebermaknaan mencar ilmu penerima didik. Pengalaman mencar ilmu yang memperlihatkan kaitan unsur-unsur konseptual mengakibatkan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema, sehingga penerima didik akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan.

Selain itu, penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu penerima didik dalam membentuk pengetahuannya, alasannya yaitu sesuai dengan tahap perkembangannya penerima didik yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik).

Pembelajaran tematik mempunyai ciri khas, antara lain:

1.   Pengalaman dan acara mencar ilmu relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar;
2.   Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan penerima didik;
3.   Kegiatan mencar ilmu dipilih yang bermakna dan berkesan bagi penerima didik sehingga hasil mencar ilmu sanggup bertahan lebih lama;
4.   Memberi pemfokusan pada keterampilan berpikir penerima didik;
5.   Menyajikan acara mencar ilmu yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui penerima didik dalam lingkungannya; dan
6.   Mengembangkan keterampilan sosial penerima didik, ibarat kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

Tujuan dari pembelajaran tematik adalah;

1.   Menghilangkan atau mengurangi terjadinya tumpah tindih materi.
2.   Memudahkan penerima didik untuk melihat hubungan-hubungan yang bermakna.
3.   Memudahkan penerima didik untuk memahami materi/konsep secara utuh sehingga penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat.

Ruang lingkup pembelajaran tematik mencakup semua KD (Kompetensi Dasar) dari semua mata pelajaran kecuali agama. Mata pelajaran yang dimaksud adalah: Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika, IPA, IPS, Penjasorkes dan Seni Budaya dan Prakarya.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian, Tujuan, Ciri Khas, Dan Ruang Lingkup Pembelajaran Tematik Pada Implementasi Kurikulum 2019 Sd/Mi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel