Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tinggalkan Gaya Priyayi, Untuk Kembalikan Wibawa Aparatur Negara –“Mengembalikan Paradigma Priyayi Menjadi Melayani”

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo semoga aparatur negara meninggalkan gaya hidup priyayi (feodal) menjadi melayani, bukan untuk meragukan atau tidak mempercayai kinerja para ASN. Tetapi hal itu dilaksanakan untuk mengembalikan kewibawaan aparatur negara, khususnya pegawai negeri sipil (PNS).

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi  ketika mengunjungi kantor Balai Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (23/12/2014). Dalam kesempatan itu, Menteri Yuddy didampingi oleh Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi dan dihadiri oleh seluruh jajaran ASN kota Sukabumi.

Lebih lanjut Yuddy mengatakan, selama ini paradigma pegawai negeri ialah priyayi. “Preseiden Jokowi mau menjadikan para aparatur ini sebagai pola dengan mengembalikan paradigma priyayi menjadi melayani," ucapya.

Kepada seluruh aparatur di Pemkot Sukabumi, Yuddy juga mengungkapkan mengenai pentingnya blusukan ke warga. Selain dapat mengetahui problem warga, aparatur juga dapat menjalin kedekatan dengan rakyat. "Kalau rakyat sudah bersahabat dengan kita maka program-program yang kita buat untuk kesejahteraan rakyat dapat dengan gampang kita jalankan dan rakyat pun niscaya akan membantunya," tutur Yuddy.

Selain itu, Yuddy juga menjelaskan mengenai pentingnya aparatur negara hidup sederhana. Menurutnya, kebijakan yang hanya mengijinkan mengundang paling banyak 400 orang ketika jadwal janji nikah tidak akan mengakibatkan perilaku iri dari rakyat. Kalau dulu itu pejabat bikin pesta meriah, di hotel glamor dengan kendaraan beroda empat yang glamor dan permintaan banyak. Rakyat niscaya berpikir ia yang bikin jadwal tetapi kita yang kena imbasnya sebab mereka kena macet.

Ini juga menyakiti hati rakyat, menghilangkan kewibawaan negara. Makanya kebijakan ini kita buat, dihentikan mengundang lebih dari 400 orang ketika jadwal janji nikah sehingga tidak akan timbul keirian di hati rakyat.

Oleh sebab itu, Yuddy berharap semoga kebijakan ini dapat dijalankan dengan konsisten, sehingga rakyat dapat melihat jikalau aparatur sipil ketika ini sudah sangat berbeda. "Kita semua juga harus kerja ikhlas. Pelayanan publik harus dijalankan dengan baik, khususnya yang berkaitan dengan perekonomian tempat sehingga kota Sukabumi akan menjadi kota yang semakin maju," imbuhnya. (HUMAS MENPANRB)

Sumber gambar dan artikel : Kemenpan-RB

Posting Komentar untuk "Tinggalkan Gaya Priyayi, Untuk Kembalikan Wibawa Aparatur Negara –“Mengembalikan Paradigma Priyayi Menjadi Melayani”"