Best Practice Guru - Dongkrak Efektifitas Berguru Siswa Dengan Wajib Bertanya Pada Guru

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Berikut yaitu “best practice” saya ketika mengikuti seleksi tahap 2 Guru Favorit Jambi Ekspres 2019, yang telah dipublikasikan di koran Jambi Ekspres pada hari Selasa, 17 September 2019 hal. 21 dalam kolom Pendidikan. Best practice ini juga telah saya presentasikan di hadapan Panitia Seleksi Guru Favorit Jambi Ekspres 2019 tahap 3 pada hari Selasa, 03 Oktober 2019 bersama 32 calon guru favorit lainnya ;

Saya yaitu seorang guru bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Sungai Karang yang terintegrasi dengan SDN No. 200/VIII Sungai Karang yang merupakan satu kesatuan dalam sebuah sistem manajemen pendidikan SD-SMP Satu Atap. Saya mulai bertugas di sekolah ini semenjak tanggal 22 April 2009. Dan pada dikala itu saya merupakan satu-satunya guru PNS yang ditempatkan di sekolah ini, hingga best practice ini saya buat, saya merupakan satu-satunya guru PNS yang masih bertahan dalam mengemban kiprah untuk mengabdikan diri sebagai guru di sekolah ini.

Lokasi sekolah berada di tempat transmigrasi namun masih termasuk dalam kriteria tempat terpencil, tepatnya di Desa Sungai Karang (Trans HTI) Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo. Pada dikala ini, masih banyak tantangan-tantangan besar yang harus dihadapi dengan bijak serta diatasi dengan cerdas dalam upaya untuk memajukan kualitas pendidikan khususnya melalui pendidikan formal pada sekolah-sekolah yang berada di tempat ini, tak terkecuali pada Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Sungai Karang. Beberapa tantangan-tantangan besar tersebut di antaranya :

a.         Di daerah/lokasi di mana sekolah berada, jaringan listrik PLN belum tersedia, sehingga banyak sarana sekolah yang tidak sanggup dipakai secara optimal, secara otomatis hal ini akan mensugesti kualitas pembelajaran yang kurang maksimal (sumber listrik sekolah dikala ini memakai mesin genset kecil yang sangat terbatas sumber daya listriknya);

b.         Insfrastruktur jembatan belum tersedia, jembatan sebagai terusan yang menghubungkan kecamatan VII Koto Ilir dengan desa Sungai Karang belum ada, hal ini kuat pada biaya transportasi yang lebih mahal, dikarenakan harus memakai sarana ponton/perahu bermesin kecil dalam menyeberangi sungai Batanghari sehingga frekuensi acara yang bekerjasama dengan acara ekstrakurikuler yang harus diikuti siswa ke luar wilayahnya menjadi sedikit;

c.         Jalan yang belum beraspal sehingga pada ekspresi dominan penghujan jalan-jalan tersebut becek, berlumpur, lengket, dan licin membuat beberapa siswa yang tinggal di sekitar lahan/ladang orang bau tanah dan berjarak relatif jauh dari sekolah sering tidak sanggup mengikuti pelajaran di sekolah dikarenakan terusan jalan yang menghubungkan antara tempat tinggal mereka dengan sekolah tidak sanggup dilalui kendaraan bermotor;

d.         Akses komunikasi dan internet pun sangat sulit, sehingga fasilitas-fasilitas e-learning yang disediakan sekolah melalui website/blog sekolah di www.smpnsatuatapsungaikarang.blogspot.com kurang sanggup dipakai sebagaimana mestinya, selain itu juga sangat menyulitkan penyelesaian manajemen pendidikan guru maupun pihak sekolah yang notabene pada dikala kini ini, sebagian besar menuntut adanya akomodasi online melalui internet, contohnya pada VerVal NUPTK PADAMU NEGERI 2019 ini, seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta untuk beberapa siswa harus memakai sarana internet dalam mengisi angket Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Selain itu referensi/sumber berguru bagi siswa dan guru juga menjadi terbatas;

e.         Sarana dan prasarana pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Sungai Karang yang belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), untuk sarana pendidikan mebeler sekolah sebagian besar dalam keadaan yang kurang baik dan buku pegangan siswa pun belum tercukupi, sedangkan prasarana pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Sungai Karang yang sudah ada dikala ini yakni 3 ruang kelas berguru dan 1 ruang perpustakaan sekolah;

f.          Kurangnya guru bidang studi serta tenaga kependidikan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya, sehingga mutu pembelajaran dan sistem manajemen pendidikan kurang optimal;

Dari banyak sekali tantangan-tantangan utama bagi seluruh elemen pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Sungai Karang yang telah saya uraikan tersebut di atas, tentu sangat mensugesti seluruh rangkaian manajemen ataupun proses pendidikan, hasil serta kualitas pembelajaran di sekolah pada khususnya dan juga kualitas berguru siswa di luar sekolah pada umumnya. Namun ini semua bukanlah merupakan alasan-alasan yang harus menghambat dan membebani langkah-langkah sekolah dalam perjuangan meningkatkan kualitas pendidikan, namun ini semua yaitu layak kiranya dianggap sebagai tantangan-tantangan ataupun rangsangan-rangsangan istimewa untuk nantinya sanggup melahirkan pribadi-pribadi berkarakter kuat, kreatif, ulet, berani, tangguh, dan bertanggung jawab dalam menjalani setiap kiprah terbaik dalam kehidupannya kelak.

Terkait dengan banyak sekali tantangan-tantangan yang kompleks di atas. Berbagai kisah unik telah banyak terukir dalam benak pribadi saya, di antaranya selama mengajar di sekolah ini semenjak tahun pelajaran 2009/2019 hingga dengan tahun pelajaran 2019/2019 banyak sekali bidang studi lain yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan saya pun telah saya lakukan di antaranya menjadi guru bidang studi Bahasa Inggris, Matematika, dan TIK.

Hal tersebut di atas terjadi dikarenakan kala itu memang belum ada guru yang mengajar pada bidang studi atau menggantikan kiprah guru bidang studi yang telah  mutasi (pindah tugas), kenyataan-kenyataan inilah yang menjadi faktor utama saya dalam membangkitkan kesadaran diri saya untuk terus dan terus berguru dengan upaya yang lebih serius lagi dalam penguasaan materi-materi bidang studi lainnya tersebut. Selain itu mendapat kiprah komplemen sebagai wali kelas 9 pun selalu saya dapatkan hingga sekarang. Ditambah lagi kiprah komplemen menjadi wakil kepala sekolah bidang kurikulum masih saya emban semenjak tahun pelajaran 2019/2019 serta tugas-tugas urgensi lainnya yang harus saya selesaikan dan pertanggung jawabkan dengan hasil yang se-optimal mungkin.

Selanjutnya, lantaran banyaknya tugas-tugas mengajar serta tugas-tugas lain dalam sistem pengelolaan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Sungai Karang yang harus saya lakukan dan pertanggung jawabkan dengan banyak sekali “dead line” yang mengikutinya ini membuat paradigma mental saya menyimpulkan bahwa waktu yaitu adalah sumber daya yang sangat berharga dan istimewa bagi saya, oleh lantaran itu, dalam setiap proses berguru mengajar yang saya lakukan, efektifitas dalam proses belajar-mengajar menjadi prioritas utama saya, selain itu pula, kiprah apapun yang saya lakukan, ada beberapa aspek penting yang sangat saya perhatikan, yakni ketelitian, kualitas, dan tuntas dalam setiap proses dalam pelaksanaan tugas-tugas yang saya emban. Karena bagi saya, setiap proses itu menjadi faktor utama dalam menampilkan setiap kualitas.

Sehubungan dengan hal itu, dalam proses berguru mengajar di sekolah yang telah saya lakukan semenjak tahun pelajaran 2009/2019 hingga tahun pelajaran 2019/2019 dengan banyak sekali tantangan yang ada dikala itu hingga hari ini telah banyak memperlihatkan pelajaran-pelajaran tersendiri bagi saya khususnya mengenai metode pembelajaran yang telah saya terapkan kala itu.

Mengenai metode pembelajaran yang saya gunakan dari waktu ke waktu tentu harus terus berkembang, selaras dengan kemajuan dan tuntutan zaman yang semuanya serba maju pesat serta dinamis ibarat kini ini, sehingga efektifitas pembelajaran semakin sanggup terus-menerus ditingkatkan secara sedikit demi sedikit dan signifikan.

Mulai memasuki tahun pelajaran 2019/2014, mengingat semakin kompleksnya tantangan-tantangan yang ada dalam upaya menghasilkan produk-produk sumber daya insan yang handal dan tangguh hingga nantinya mereka siap berkompetisi di kurun globalisasi yang semakin maju pesat ibarat kini ini sehingga menuntut saya untuk terus menumbuhkan kreatifitas, khususnya dalam mengaplikasikan metode pembelajaran yang tepat, efektif sekaligus menarik bagi seluruh siswa-siswa saya. Dari banyak sekali faktor tersebut, alhasil timbul sebuah ide pada diri saya untuk menerapkan sebuah metode pembelajaran yang saya yakini akan sanggup meningkatkan kualitas pembelajaran siswa-siswa saya, metode pembelajaran saya tersebut yaitu “Setiap Siswa Harus Bertanya Kepada Guru”, metode pembelajaran yang saya terapkan ini mempunyai beberapa manfaat-manfaat positif, terutama untuk mendongkrak efektifitas berguru sekaligus sebagai penilaian hasil berguru siswa.

Metode pembelajaran “Setiap Siswa Harus Bertanya Kepada Guru” yang saya terapkan mulai awal semester ganjil tahun pelajaran 2019/2014 yaitu metode pembelajaran interaktif dua arah antara guru dengan siswa dan sebaliknya, yang tentunya metode ini memakai sebuah aturan baku bahwa setiap siswa harus bertanya kepada guru, artinya seluruh siswa yang terlibat dalam sebuah proses belajar-mengajar di kelas pada hari itu harus mengajukan sebuah pertanyaan kepada gurunya wacana hal-hal yang berkaitan/berhubungan dengan materi yang diajarkan tersebut, tak terkecuali bagi siswa yang merasa telah memahami materi yang telah disampaikan guru. Hal ini saya terapkan lantaran dalam penyampaian berguru guru cenderung lebih banyak didominasi bertanya kepada siswa, inipun dulu saya lakukan tidak untuk seluruh siswa melainkan ditunjuk pribadi menurut penilaian yang ada. Tentu sistem acak dan asumsi ibarat ini tidak akan sanggup mengevaluasi kualitas hasil berguru setiap individu siswa.

Berikut beberapa langkah-langkah dalam penerapan metode berguru “Setiap Siswa Harus Bertanya Kepada Guru” yang telah saya aplikasikan semenjak tahun pelajaran 2019/2014 ini, yaitu:

1.         Guru menyampaikan/menguraikan materi pembelajaran secara sistematis dan etis terhadap siswa.

2.         Setelah itu, guru mengalokasikan waktu khusus untuk memperlihatkan kesempatan kepada setiap siswa untuk bertanya. Seluruh siswa wajib bertanya kepada guru mengenai materi pelajaran yang telah disampaikan tak terkecuali bagi siswa yang merasa telah menguasai materi dikala itupun tetap harus bertanya, tentunya wacana hal-hal yang masih ada keterkaitan atau kekerabatan dengan materi itu. Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya mereka yang telah memahami materi pokok dalam pembelajaran dikala itu akan mendapat penguasaan materi pembelajaran yang lebih komprehensif sekaligus sebagai wacana gres mereka, selain itu juga akan sanggup dijadikan sebagai acuan ataupun materi berpikir komplemen dalam proses pemahaman bagi siswa lainnya yang belum menguasai materi tersebut.

3.         Bila ternyata pada sesi khusus di atas tidak ada pertanyaan dari siswa, maka guru sanggup memperlihatkan pertanyaan kepada setiap siswa satu demi satu, seluruh siswa dalam satu kelas mendapat pertanyaan dalam sesi ini, hal ini dilakukan guru untuk memastikan bahwa seluruh siswa benar-benar memahami pelajaran yang telah dipelajarinya dikala itu. Langkah ini sebagai materi penilaian lanjutan.

4.         Apabila didapati salah satu atau beberapa siswa yang tidak sanggup menjawab pertanyaan guru, maka siswa tersebut dipersilahkan untuk maju ke depan kelas. Hal ini akan menjadi hukuman yang positif bagi siswa tersebut untuk mengasah kepercayaan diri mereka dalam lingkungan kelasnya serta memicu siswa lainnya untuk lebih serius dalam belajarnya, alasannya yaitu masih banyak ditemukan beberapa anak aib mengakui kekurangannya di hadapan siswa lainnya sehingga siswa itupun segan untuk bertanya. Selanjutnya siswa tersebut tidak diperkenankan duduk kembali sebelum ia sanggup menjawab pertanyaan dari guru dan atau sesudah ia mengajukan sebuah pertanyaan yang bekerjasama dengan materi dikala itu, inipun tentu menurut pertimbangan guru yang bersangkutan akan ketersediaan waktu yang cukup serta pertimbangan moril lainnya. Hal inipun dilakukan dengan tujuan utama yakni untuk penanaman mental positif bagi anak dalam upaya menghilangkan kesan bahwa bertanya itu kelihatan bodohnya, namun bertanya itu justru memperlihatkan akan kemauan pintarnya.

5.         Membuat daftar hasil penilaian berguru dan tindak lanjut proses pembelajaran bagi siswa pada pertemuan berguru selanjutnya. Jika diharapkan penambahan alokasi waktu bertanya dan ditanya dari setiap siswa kepada guru maupun sebaliknya ini sanggup dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya.

6.         Dalam penerapannya saya akan menguraikan pola positif dalam penerapan metode “Setiap Siswa Wajib Bertanya Kepada Guru” di kelas 9 Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Sungai Karang yang terdiri dari 17 siswa. Data ini saya dapatkan pada acara belajar-mengajar mata pelajaran PKn yang saya ampu, pada tanggal 10 September 2019 pada jam 07.30 s.d. 08.50 WIB. Total waktu yang dialokasikan selama 80 menit (40 x 2 jam pelajaran) dengan rincian pembagian alokasi waktu :

7.         Alokasi waktu ± 30 menit untuk memulai proses berguru di kelas, guru mempresentasikan, menguraikan, dan menjelaskan materi pembahasan wacana Usaha Pembelaan Negara.

8.         Alokasi waktu ± 17 menit untuk sesi siswa bertanya kepada guru, kemudian guru menjawab.

9.         Alokasi waktu ± 5 menit, penyegaran berguru dengan mempersilahkan siswa yang ingin buang air kecil, ataupun diisi dengan cerita-cerita lucu namun inspiratif sekaligus edukatif, untuk membuat suasana kelas yang refresh kembali.

10.       Alokasi waktu ± 17 menit untuk sesi guru bertanya pada siswa (sesi khusus), kemudian siswa menjawab. Alokasi waktu khusus ini dilakukan apabila pada sesi 2 (sesi siswa bertanya kepada guru) masih ada beberapa siswa yang tidak bertanya kepada guru). Dengan kata lain, sesi ini diperuntukkan khusus bagi siswa yang tidak mengajukan pertanyaan pada sesi sebelumnya (sesi 2).

11.       Alokasi waktu ± 11 menit untuk sesi kesimpulan guru, penilaian belajar, penyampaian pengumuman (bila ada), nasehat guru, dan penutupan

Berikut saya jabarkan step by step atau langkah-langkah dalam penerapan/implementasi metode berguru “Setiap Siswa Wajib Bertanya Kepada Guru” yang telah saya lakukan:

1.         Kutipan materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang saya sampaikan di kelas 9 dengan jumlah siswa yang ada sebanyak 17 siswa, wacana Usaha Pembelaan Negara, alokasi waktu ± 30 menit :
.
USAHA PEMBELAAN NEGARA

Setiap warga negara dituntut mempunyai kemauan, kemampuan, dan janji yang kuat untuk berpartisipasi aktif dalam perjuangan pembelaan negara. Usaha pembelaan negara berkaitan dengan upaya mempertahankan negara dari bahaya dan ganguan pihak asing. Oleh lantaran itu perjuangan pembelaan negara sangat penting dilakukan oleh setiap warga negara.

Mempertahankan negara merupakan salah satu fungsi negara yang sangat penting dalam kaitannya dengan perjuangan pembelaan negara.

Setiap negara mesti menyelenggarakan beberapa fungsi minimum yang mutlak perlu yaitu:

1.         Melaksanakan penertiban. Negara mengatur segala hal yang bekerjasama dengan ketertiban bagi seluruh warganya, artinya negara mengatur ketertiban masyarakat supaya tercipta kondisi yang aman dan stabil, dengan banyak sekali cara di antaranya : Negara mencegah benturan-benturan atau bentrokan-bentrokan yang terjadi dalam masyarakat dengan memakai alat-alat pemerintah. Dengan tercipta ketertiban serta keadaan yang aman dan stabil, maka segala acara yang akan dilakukan oleh warga negara sanggup dilaksanakan dengan nyaman, baik, dan lancar.

2.         Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya, maknanya Negara berupaya supaya masyarakat sanggup hidup dan sejahtera, terutama di bidang ekonomi dan sosial masyarakat. Hal ini sanggup dilakukan melalui pengiriman TKI, penerimaan CPNS dari setiap warga negara yang telah memenuhi syarat, serta pembukaan lowongan-lowongan kerja pada perusahaan-perusahaan atau bidang pekerjaan swasta yang difasilitasi oleh Negara.

3.         Fungsi pertahanan, yaitu untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar (pihak asing), berfungsi untuk menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup suatu bangsa dari setiap bahaya dan gangguan yang timbul dari dalam maupun tiba dari luar negeri. Ancaman dan gangguan tersebut mungkin berupa serangan (invasi) dari luar negeri maupun golongan-golongan dari dalam negeri yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

4.         Menegakkan keadilan, yang dilaksanakan melalui badan-badan pengadilan yang berfungsi untuk menegakkan keadilan bagi seluruh warganya mencakup seluruh aspek kehidupan (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan Hankam). Upaya yang dilakukan antara lain menegakkan aturan melalui badan-badan peradilan.

Rakyat sebagai salah satu unsur mutlak suatu negara, mempunyai peranan yang sangat penting dalam melakukan pembangunan banyak sekali aspek kehidupan. Untuk itu setiap warga negara mempunyai jaminan aturan untuk melakukan hak dan kewajibannya yang diberikan negara. Salah satu hak dan kewajiban warga negara yaitu ikut serta dalam perjuangan pembelaan negara. Upaya bela negara sebagaimana diatur Undang-undang nomor 3 tahun 2002 diselenggarakan melalui:

a.       Pendidikan kewarganegaran (PKn), PKn sanggup dipelajari melalui banyak sekali jalur pendidikan formal maupun informal, serta di banyak sekali media online Negara;
b.       Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib;
c.       Pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara suka rela atau secara wajib; dan
d.       Melalui dedikasi sesuai dengan profesi.

2.         Setelah materi disampaikan pada seluruh siswa, kemudian saya mengalokasikan waktu khusus selama ± 17 menit untuk mempersilahkan siswa bertanya kepada guru, selanjutnya saya pribadi menjawab seluruh pertanyaan-pertanyaan siswa tersebut pribadi satu-persatu sesudah mereka selesai dalam memberikan pertanyaannya, dan ternyata tidak ada satupun siswa yang tidak bertanya, lantaran dari awal sesi ini telah saya umumkan pada seluruh siswa bahwa semua siswa harus bertanya pada saya selaku guru wacana semua hal yang berkaitan dengan pembahasan materi pada hari itu, kalau tidak, nanti saya akan balik bertanya pada siswa, dan kalau siswa tidak bisa menjawab, maka siswa tersebut mendapat hukuman dengan berdiri di depan kelas, dan ia akan boleh duduk kembali sesudah siswa sanggup menjawab pertanyaan dari saya, tentunya konten (isi) dari pertanyaan saya juga berkaitan dengan materi yang telah saya sampaikan pada hari itu. 

Pertanyaan-pertanyaan siswa pada hari itu sejumlah 17 pertanyaan, lantaran memang jumlah siswa kelas 9 yang hadir pada hari itu sebanyak 17 siswa, yang masing-masing siswa mengajukan 1 (satu) buah pertanyaan yang terkait dengan pembahasan materi hari itu, pertanyaan-pertanyaan siswa tersebut adalah:

1.       Apa arti kata dari janji itu?
2.       Apa perbedaan negara dengan pemerintah?
3.       Apa pengertian dari keadaan yang aman itu?
4.       Mengapa kepolisian disebut juga dengan penyidik?
5.       Apakah acara kita dikala ini termasuk perjuangan pembelaan negara?
6.       Di manakah kiprah POLRI dalam perjuangan pembelaan negara?
7.       Bagaimanakah contoh/bentuk invasi pihak gila terhadap Negara Indonesia?
8.       Apakah dikala ini masih ada wajib militer bagi rakyat dikala ini?
9.       Sampai kapan perjuangan pembelaan negara diperlukan?
10.     Siapakah pihak yang pertama kali bertanggung jawab terhadap keamanan Negara?
11.     Apakah POLRI termasuk dalam ABRI?
12.     Apa pengertian dari ideologi itu?
13.     Mengapa perjuangan pembelaan negara harus diajarkan di sekolah?
14.     Saat  kapankah rakyat harus terlibat dalam perang?
15.     Apakah pendidikan formal dan informal itu?
16.     Bagaimana bentuk pembelajaran PKn dalam pendidikan informal?
17.     Profesi apakah yang termasuk dalam rangka berpartisipasi aktif dalam perjuangan pembelaan negara?

3.       Langkah selanjutnya yaitu mengalokasikan waktu ± 5 menit untuk sesi penyegaran berguru di kelas dengan mempersilahkan siswa yang ingin buang air kecil, pada sesi ini sanggup diisi pula dengan cerita-cerita singkat namun lucu (menghibur), yang sanggup menginspirasi sekaligus sanggup memotivasi siswa untuk senantiasa bersemangat dalam berguru atau sanggup diisi pula dengan tebakan-tebakan lucu yang cerdas, hal ini untuk kembali menyegarkan semangat anak dalam membuka cakrawala berpikir positif mereka.

4.       Kemudian alokasi waktu ± 17 menit yang seharusnya dipakai untuk sesi guru bertanya dengan siswa ditiadakan, lantaran sesi ini sanggup dipakai apabila seluruh siswa atau beberapa siswa tidak bertanya pada sesi sebelumnya. Oleh lantaran itu, alokasi waktu yang tersedia ± 17 menit ini sanggup dijadikan guru untuk pendalaman materi pada hari itu.

5.       Pada sesi terakhir, tersisa alokasi waktu ± 11 menit untuk penyampaian kesimpulan guru, penilaian berguru pada hari itu, penyampaian pengumuman (bila ada), nasehat guru, dan penutupan.

Kesimpulan :

Setelah menerapkan metode berguru “Siswa Wajib Bertanya Kepada Guru” ini, ternyata banyak manfaat-manfaat positif yang saya, rekan-rekan guru, dan seluruh siswa rasakan, hal-hal positif tersebut antara lain:

1.       Kepercayaan diri siswa semakin meningkat.
2.       Guru lebih terbuka terhadap siswa untuk terus mau berguru dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajarannya dengan penguasaan ilmu yang komprehensif tentunya.
3.       Adanya kompetisi sehat antar-siswa di kelas.
4.       Semakin meningkatnya antusiasme dan keseriusan siswa dalam memperhatikan seluruh materi yang sedang disampaikan oleh guru di kelas.
5.       Mengurangi kesenjangan pengetahuan antar-siswa,
6.       Semangat berguru siswa di luar sekolah semakin bertambah.
7.       Semakin menyadarkan siswa untuk menyukai seluruh mata pelajaran atau bidang studi yang dipelajari di sekolah, lantaran intinya seluruh materi pelajaran ada kekerabatan dekat antara satu dengan yang lainnya.
8.       Munculnya ide-ide kreatif baik dari siswa maupun guru dalam rangka memajukan kualitas pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Sungai Karang.
9.       Meningkatkan sinergitas dan kekompakan antar-siswa maupun antar-guru.

Selain hal-hal tersebut di atas, tentu masih banyak manfaat-manfaat positif lainnya ke depan, lantaran metode “Siswa Wajib Bertanya Kepada Guru” ini akan terus  saya kembangkan serta inovasikan demi peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Sungai Karang dalam upaya mewujudkan sumber daya insan yang berkualitas serta cerdas dengan metode-metode pembelajaran yang berkualitas dan cerdas pula.

Belum ada Komentar untuk "Best Practice Guru - Dongkrak Efektifitas Berguru Siswa Dengan Wajib Bertanya Pada Guru"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel