Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ciri-Ciri Buku Teks Pelajaran Orisinil Kurikulum 2019 / Buku Resmi Kurikulum 2019 - Pengadaan Buku Kurikulum 2019 Dilakukan Melalui Sekolah Bukan Orang Per Orang

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Buku teks pelajaran pada implementasi Kurikulum 2019 Tahun Pelajaran 2014/2019 untuk kelas 1, 2, 4, 5, 7, 8, 10, dan 11, disediakan oleh pemerintah. Pengadaan buku ini dianggarkan lewat APBN yang dialokasikan melalui dana sumbangan operasional sekolah (BOS) dan BOS Buku.

Dengan prosedur tersebut, orang bau tanah tidak lagi dibebani pembelian buku jelang dimulainya tahun pelajaran baru. Namun demikian, Kemdikbud mengimbau orang bau tanah untuk tetap waspada terhadap beredarnya buku teks pelajaran tiruan yang tidak dicetak oleh penerbit pemenang lelang pengadaan buku Kurikulum 2019.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ibnu Hamad, mengingatkan, semoga para orang bau tanah lebih berhati-hati supaya tidak tertipu buku tiruan tersebut. Karena pengadaan buku teks pelajaran yang resmi, dilakukan melalui sekolah bukan orang per orang.


“Buku dari Kemdikbud tidak diperjualbelikan ke orang tua, dengan dana BOS itu sekolah yang membeli pribadi ke penyedia,” kata Ibnu pada gelar wicara dengan Radio Sindo Trijaya, Selasa (8/07), di Kantor Kemdikbud.

Ibnu mengatakan, dikala orang bau tanah menghadapi penawaran buku tiruan yang dilakukan oknum tertentu, hal pertama yang harus dilakukan ialah memastikan ke sekolah kapan siswa mulai mendapatkan buku teks pelajaran Kurikulum 2019 ini. Karena mungkin saja terjadi siswa belum mendapatkan buku di hari pertama alasannya ialah masih dalam proses distribusi. “Jadi orang bau tanah jangan panik dan buru-buru membeli jika anaknya belum punya buku, cek saja ke sekolah,” katanya.


Kedua, buku yang dicetak oleh penerbit pemenang lelang mempunyai logo Kurikulum 2019 di sampul depan, juga logo Tut Wuri Handayani yang disertai dengan nama kementerian dan tahun cetakan.

Dan ketiga, buku teks resmi juga tidak diperjualbelikan yang ditandai dengan catatan ‘Milik Negara Tidak Diperdagangkan’ pada sampul belakang.


Agar tidak tertipu beredarnya buku tiruan, Ibnu mengajak masyarakat untuk mengenali buku-buku yang resmi dikeluarkan oleh kementerian. Masyarakat sanggup berkunjung ke laman www.kemdikbud.go.id untuk melihat pola sampul buku teks resmi tersebut.

Bagi sekolah yang tidak mendapatkan dana BOS, buku Kurikulum 2019 sanggup dibeli oleh sekolah dengan menarik bayaran dari penerima didik. Namun, biaya yang ditarik tersebut dihentikan lebih besar dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan masing-masing penyedia (harga sanggup dicek di https://e-katalog.lkpp.go.id/).

Ibnu menjelaskan, sekolah yang tidak mendapatkan dana BOS intinya menerima alokasi dari pemerintah. Namun di lapangan, harapan sekolah untuk berdikari membuatnya menolak dana operasional tersebut. “(BOS) itu pilihan. Karena jika mendapatkan dana BOS kan harus ada laporan dan sebagainya,” katanya.

Yang terpenting, Ibnu mengingatkan bahwa sumber ilmu pengetahuan tidak hanya berasal dari satu buku teks yang disiapkan pemerintah saja. Buku pengayaan diharapkan untuk menambah wawasan siswa. Namun demikian, kata Ibnu, pengadaan buku pengayaan ini dihentikan dipaksakan. “Bisa pengayaan dipakai, tapi tidak dipaksakan,” katanya. (Aline Rogeleonick)

Posting Komentar untuk "Ciri-Ciri Buku Teks Pelajaran Orisinil Kurikulum 2019 / Buku Resmi Kurikulum 2019 - Pengadaan Buku Kurikulum 2019 Dilakukan Melalui Sekolah Bukan Orang Per Orang"