Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kejahatan Dibalas Dengan Kebaikan – Perbuatan Yang Mulia Lagi Terpuji

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu ialah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu ialah masalah biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu ialah zalim. 

Tapi jikalau kejahatan dibalas kebaikan, itu ialah mulia dan terpuji.”

Balaslah Kejahatan Dengan Kebaikan. Ketika seseorang melukai dan menyakti hati kita, tentunya dikala itu timbul rasa murka dalam diri kita. Justru mungkin sempat terpikir untuk membalas perlakuannya. "Astaghfitullah...."

Di mana ketika timbul amarah dalam diri kita, syetan sedang menarik hati kita semoga kita meluapkan kemarahan kita dengan membalas perlakuanya. 

Dan tentu inilah yang menjadi ujian dapatkah kita melewatinya....? menepis semua godaan setan....? atau justru mengikuti godaannya dengan membalas dengan keburukan juga? Nah, di sinilah keimanan kita diuji. Bagaimana kita akan menghadapinya.

Firman Allah S.W.T di dalam Al-Quranul Karim Yang bermaksud :
"Wahai orang-orang yang beriman minta tolonglah kau dengan sabar dan sembahyang, bergotong-royong Allah bantu-membantu dengan orang yang sabar " (153).

Mengenai hal ini Rasulullah SAW pernah bersabda, “Menakjubkan perihal orang yang beriman. Sesungguhnya setiap masalah dalam urusannya (orang mukmin) semuanya ialah baik baginya dan tidak berlaku hal yang demikian melainkan ke atas mereka yang beriman. Jika beliau ditimpa kesusahan beliau bersabar maka yang demikian ialah baik baginya dan jikalau beliau didatangkan akomodasi beliau bersyukur maka yang demikian ialah baik baginya.” Hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim (7425).

Bukankah Rasulullah pun telah mengajarkan kepada kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan ibarat yang yang diceritakan dalam sebuah kisah berikut ini :

Di
satu sudut pasar Madinah Al- Munawarah ada seorang pengemis Yahudi buta. Hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya beliau selalu berkata, "Wahai saudaraku janganlah kami dekati Muhammad, beliau itu orang gila, beliau itu pembohong, beliau itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya."

Namun tanpa disedari pengemis Yahudi buta, setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan. Tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan kuliner yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan semoga tidak mendekati orang yang berjulukan Muhammad. Begitulah yang dilakukan oleh baginda pada setiap hari sehinggalah ke dikala kewafatannya.

Setelah Rasulullah SAW wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan kuliner setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Abu Bakar Radhiallahu Anhu (RA) berkunjung ke rumah anaknya Aisyah. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum saya kerjakan...
?"

Aisyah menjawab pertayaan ayahnya, "Wahai ayahanda, engkau ialah spesialis sunnah dan hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayahanda lakukan kecuali satu sunnah saja."

"Apakah itu?", tanya Abu Bakar RA.
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan kuliner untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana," kata Aisyah.

Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa kuliner untuk di berikannya kepada pengemis itu. Beliau mendatangi pengemis itu dan memperlihatkan kuliner itu kepadanya.

Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapkan nasi, si pengemis itu murka sambil berteriak, "Siapakah kamu?"

Abu Bakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku," jawab si pengemis buta itu. "Apabila beliau tiba kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah ekspresi ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapkan saya tetapi terlebih dahulu dihaluskannya kuliner tersebut," pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar RA tidak sanggup menahan air matanya. Beliau menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa tiba padamu, saya ialah salah seorang dari pada sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada lagi. Beliau ialah Muhammad Rasulullah SAW."

Setelah pengemis itu mendengar kisah Abu Bakar RA, beliau pun menangis dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini saya selalu menghinanya dan memfitnahnya. Dia tidak pernah memarahiku walau sedikit pun, malah beliau mendatangiku dengan membawa kuliner setiap pagi. Dia begitu mulia.."

Pengemis Yahudi buta tersebut jadinya bersyahadah di
hadapan Abu Bakar RA.

Subhanallah,
bukankah kisah ini telah mengajarkan kita semoga kita tetap sanggup berbuat kebaikan meskipun kepada seseorang yang telah berbuat jahat kepada kita " Tetaplah rendah hati."

Dalam menghadapi kejahatan yang dilakukan seseorang kepada kita Alquran memperlihatkan petunjuk Tolaklah kejahatan itu dengan kebaikan maksudnya ialah jikalau ada orang yg berbuat jahat kepada kita balaslah kejahatannya itu dgn kebaikan. Jika ada orang yg jahat kepadamu dgn perbuatannya dgn perkataannya atau d
engan sesuatu yg lain maka balaslah hal itu dgn kebaikan. Jika ia memutus korelasi denganmu cobalah jalin korelasi baik dengannya. Jika ia menzalimi maafkanlah ia. Jika berbicara perihal kau janganlah engkau hiraukan.

Tetapi maafkanlah ia dan sambutlah ia dengan perkataan yang baik. Apabila ia menjauhimu dan tidak menghiraukanmu tetaplah berkata yg lembut dan mengucapkan salam kepadanya. Jika engkau bisa membalas kejahatan dgn kebaikan pasti engkau akan mendapat faedah y
ang sangat besar.

Insya
Allah dengan kesabaran, kita dengan perlakuan kita yang mebalas kejahatan dengan kebaikan , maka kebaikan itu akan menciptakan dia menjadi lebih baik kepada kita, bahkan sangat mungkin untuk berkembang menjadi lembut kepada kita...

Memang sulit untuk melaksanakan ini semua, suatu hal yang bertentangan dengan tabiat dasar kita sebagai manusia, tetapi barang siapa yang bisa mengamalkannya akan mendapat keberuntungan yang besar dan itu hanya diberikan oleh Allah kepada hambaNya yang sabar.

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kesabaran dan lindungilah kami dari orang
-orang yang zalim, Amin....

Yuk, dikala ini kita sama-sam
a mencar ilmu untuk membalas kejahatan dengan kebaikan.....!!!

Referensi artikel : Muslimah Sholehah Pendamba Surga

Posting Komentar untuk "Kejahatan Dibalas Dengan Kebaikan – Perbuatan Yang Mulia Lagi Terpuji"