Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemerintah Jamin Pendidikan Anak Bangsa Lewat Tabungan Dana Pendidikan

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Lima tahun sudah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyisihkan sebagian anggarannya menjadi tabungan pendidikan. 

Melalui Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP), dari tahun 2019 sampai ketika ini tabungan tersebut sudah menyentuh angka Rp. 24 triliun lebih.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, mengatakan, tabungan ini disiapkan pemerintah sebagai bentuk pertanggungjawaban antar generasi. Tujuannya, untuk memastikan keberlanjutan pendidikan bagi anak bangsa sampai jenjang tertinggi.

“Cita-citanya, biar adik-adik sanggup kuliah dimana saja tanpa harus mengemis biaya kuliah, alasannya ialah sudah disediakan negara,” kata Mendikbud pada program pelepasan tim olimpiade Indonesia yang akan berkompetisi di kancah internasional, Rabu (2/07), di kantor Kemdikbud.

Mendikbud mengatakan, tabungan ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban pemerintahan 2009-2014 ke pemerintahan berikutnya. Ia berharap, sampai 2045 dimana generasi emas memegang tampuk kepemimpinan, tabungan tersebut terus bertambah.

Ada tiga bagan yang disiapkan melalui dana pendidikan ini. Skema pertama ialah beasiswa, yang mengambil porsi terbesar yaitu 70 persen. Dua bagan lainnya ialah untuk penelitian kebijakan nasional dan rehabilitasi infrastruktur akhir bencana. Beasiswa dibagi dalam tiga kelompok, beasiswa presiden, beasiswa pemerintah, dan beasiswa afirmatif.

Beasiswa presiden (Presidential Scholarship) merupakan beasiswa yang diberikan oleh presiden bagi calon mahasiswa yang lulus di 50 perguruan tinggi tinggi terbaik di dunia. “Siapapun presidennya, beliau punya “kantong” untuk beasiswa adik-adik. Dan sudah banyak yang diterima di Oxford, Cambridge, MIT, dan lain sebagainya,”

Beasiwa ini, kata Mendikbud, sebagai bentuk pujian bagi presiden, siapapun presidennya, untuk memberi beasiswa kemanapun anak terbaik bangsa akan meneruskan pendidikannya. Sebaliknya, akan menjadi pujian pula bagi akseptor beasiswa ini alasannya ialah menerima beasiswa dari presiden.

“Kita hargai institusi presiden. Karena beliau paling top (dalam pemerintahan). Dengan adanya ini belum dewasa Indonesia pun besar hati alasannya ialah mendapatkan beasiswa dari presiden,” katanya.

Untuk beasiswa pemerintah, ini ialah beasiswa yang disiapkan untuk siapa saja. Baik pegawai negeri sipil, dosen, atau siapapun yang ingin terus melanjutkan pendidikannya. Berbeda dengan beasiswa presiden yang harus di 50 perguruan tinggi tinggi terbaik dunia, beasiswa pemerintah relatif lebih fleksibel, sanggup dimana saja. Dan beasiswa afirmatif, dikhususkan bagi lulusan Bidikmisi yang memenuhi syarat untuk melanjutkan ke S2 atau S3. (Aline Rogeleonick)

Sumber : Kemdikbud RI

Posting Komentar untuk "Pemerintah Jamin Pendidikan Anak Bangsa Lewat Tabungan Dana Pendidikan"