Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pencetakan Dan Distribusi Buku Kurikulum 2019 Terus Berlangsung – Bagi Sekolah Yang Belum Memesan Diambil Alih Oleh Kemdikbud Dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Pemesanan buku Kurikulum 2019 dilakukan eksklusif oleh pihak sekolah ke penyedia buku dengan memakai dana BOS. 

Namun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tidak tinggal membisu dalam menghadapi sekolah yang belum memesan buku. Pemesanan buku Kurikulum 2019 bagi sekolah yang belum memesan diambil alih oleh Kemdikbud dan dinas pendidikan kabupaten/kota.

“Masih ada 50-an kabupaten, terutama di Indonesia timur yang pesanannya masih nol persen. Itu eksklusif diambil alih oleh dinas pendidikan dan direktorat (di Kemdikbud),” ujar Dirjen Pendidikan Dasar, Hamid Muhammad, ketika jumpa pers di Gedung Ki Hajar Dewantara Kemdikbud, Jakarta, (08/07/2014).

Hamid menjelaskan, per tanggal 7 Juli 2014, sekolah yang melaksanakan pemesanan buku Kurikulum 2019 untuk SD mencapai 58 persen, dan untuk Sekolah Menengah Pertama mencapai 84 persen. Sedangkan untuk perkembangan pencetakannya, untuk SD sudah mencapai 46 persen, dan untuk Sekolah Menengah Pertama sudah mencapai 40 persen.

Sebanyak 34 persen dari buku-buku yang dipesan tersebut sudah dikirim ke sekolah-sekolah. “Penyedia (buku) Sabtu kemarin minta waktu perpanjangan hingga 18 Juli untuk mengirim ke sekolah,” tutur Hamid.

Sedangkan untuk jenjang pendidikan menengah (SMA dan SMK), bagi sekolah yang belum memesan buku Kurikulum 2019, penyedia akan tetap mencetak buku sesuai oplah. Buku-buku tersebut akan dibayar oleh Ditjen Dikmen, bukan oleh sekolah.

“Untuk pendidikan menengah, sebab uang BOS satu semester masih dipegang di kementerian, kami berikan jaminan ke percetakan. Walaupun sekolah belum memesan, cetak saja sesuai oplah. Nanti kementerian yang bayar, asal ada info program serah terima,” ucap Dirjen Pendidikan Menengah, Achma Jazidie, di kesempatan yang sama. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kondisi di mana penyedia tidak mau mencetak buku Kurikulum 2019 bila tidak ada pemesanan dari sekolah.

Ditegaskan kembali oleh Hamid, semenjak kurikulum sebelumnya, adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), pemesanan buku pun telah dilakukan oleh sekolah dengan memakai dana BOS. “Ada BOS untuk buku. Itu masuk di urutan pertama dalam penggunaan BOS,” katanya. Sehingga, berdasarkan Hamid, seharusnya tidak ada duduk kasus dengan pemesanan buku Kurikulum 2019. (Desliana Maulipaksi)

Sumber artikel : Kemdikbud RI

Posting Komentar untuk "Pencetakan Dan Distribusi Buku Kurikulum 2019 Terus Berlangsung – Bagi Sekolah Yang Belum Memesan Diambil Alih Oleh Kemdikbud Dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota"