Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan, Tujuan & Manfaat Nisn, Npsn, Dapodik – Helpdesk Nisn, Npsn, Dan Kemenag Tahun 2014

Sahabat Operator Dapodikdas yang berbahagia...

Dalam kesempatan yang baik ini, saya akan kembali share inforasi seputar Dapodik yakni penjelasan, tujuan & manfaat NISN, NPSN, Dapodik – helpdesk NISN, NPSN, dan Kemenag Tahun 2014 selengkapnya sebagai berikut :

NISN (NOMOR INDUK SISWA NASIONAL)

Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) merupakan layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara nasional yang dikelola oleh Pusat Data dan Statistik  Kemdiknas yang merupakan cuilan dari jadwal Dapodik (Data Pokok Pendidikan) Kementerian Pendidikan Nasional.


Layanan NISN menerapkan sistem komputerisasi yang terpusat dan online untuk pengelolaan nomor induk siswa skala nasional sesuai Standar Pengkodean yang telah ditentukan. Setiap siswa yang terdaftar pada Layanan NISN akan diberi aba-aba pengenal identitas siswa yang bersifat unik, standar dan berlaku sepanjang masa yang membedakan satu siswa dengan siswa lainnya di seluruh sekolah se-Indonesia. Mekanisme penentuan dan dukungan aba-aba pengenal identitas siswa tersebut prosesnya dilakukan secara otomatis oleh mesin komputer pada Pusat Layanan NISN.

Penentuan dan dukungan aba-aba pengenal identitas siswa tersebut menurut pengajuan atau masukan (entry) sumber data siswa yang telah divalidasi/diverifikasi oleh setiap sekolah dan atau Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten secara online. Hasil dari proses dukungan aba-aba identifikasi oleh Pusat Sistem NISN tersebut ditampilkan secara terbuka dalam batasan tertentu melalui situs NISN (http://nisn.data.kemdiknas.go.id./).

Tujuan dan Manfaat NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) :

1.   Mengidentifikasi setiap individu siswa (peserta didik) di seluruh sekolah se-Indonesia secara standar, konsisten dan berkesinambungan.

2.   Sebagai sentra layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara online bagi Unit-unit Kerja di Kemdiknas, Dinas Pendidikan Daerah hingga Sekolah yang bersifat standar, terpadu dan akuntabel berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi terkini.

3.   Sebagai sistem pendukung jadwal Dapodik dalam pengembangan dan penerapan program-program perencanaan pendidikan, statistik pendidikan dan jadwal pendidikan lainnya baik di tingkat pusat, propinsi, kota, kabupaten hingga sekolah, seperti: BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Ujian Nasional, Pangkalan Data dan Informasi Pendidikan, Sistem Informasi Manajemen Sekolah hingga Beasiswa.

NPSN (NOMOR POKOK SEKOLAH NASIONAL)

Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) ialah aba-aba pengenal sekolah Indonesia yang bersifat unik dan membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya.Sistem NPSN bersifat nasional dan menggantikan kode-kode sebelumnya (seperti NIS) yang berbeda-beda formatnya dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Sebelumnya, hukum penyusunan aba-aba pengenal sekolah antara satu provinsi sanggup berbeda dengan provinsi lain.

Akibatnya terjadi kegandaan data sekolah yang sanggup berimbas pada sistem penggajian, penilaian, dan pendaftaran lainnya. NPSN merupakan penyederhanaan dan penggabungan sistem sehingga setiap sekolah akan mempunyai aba-aba unik dan menjadi pembeda utama antar satu sekolah dengan sekolah lainnya di seluruh Indonesia.

NPSN ialah aba-aba pengenal yang ditetapkan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) dan diberikan kepada satuan pendidikan (sekolah) melalui dinas pendidikan kabupaten/kota diseluruh wilayah Indonesia. Penggunaan NPSN dimaksudkan untuk akomodasi dalam pengelolaan data satuan pendidikan.

Dasar pengembangan NPSN ialah Permendikbud No. 99 tahun 2019 ihwal “Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi di Lingkungan Kemendikbud”, Inmen Kemdikbud No. 2 Tahun 2019 “Tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan Menteri Pendidikan Nasional”, dan Surat Keputusan Kabalitbang Diknas Nomor 3574/G.G4/KL/2009, tanggal 22 Oktober 2009, ihwal “Nomor Pokok Sekolah Nasional sebagai nomor unik satuan pendidikan”. Format NPSN terdiri dari 8 digit secara acak.

DAPODIK (DATA POKOK PENDIDIKAN)

Data Pokok Pendidikan atau Dapodik ialah sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan cuilan dari Program perancanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan manusia Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif. Karena tanpa perencanaan pendidikan yang matang, maka seluruh jadwal yang terbentuk dari perencanaan tersebut akan jauh dari tujuan yang diharapkan.

Untuk melakukan perencanaan pendidikan, maupun untuk melaksanaan program-program pendidikan secara sempurna sasaran, dibutuhkan data yang cepat, lengkap, valid, akuntabel dan terus up to date. Dengan ketersediaan data yang cepat, lengkap, valid, akuntabel dan up to date tersebut, maka proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan penilaian kinerja program-program pendidikan nasional sanggup dilaksanakan dengan lebih terukur, sempurna sasaran, efektif, efisien dan berkelanjutan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Departemen Pendidikan Nasional telah membuatkan suatu sistem pendataan skala nasional yang terpadu dan disebut dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dapodik ini dikelola oleh biro PKLN hingga tanggal 30 Maret 2019 diserahterimakan kepada PSP Balitbang

Data pokok pendidikan awalnya sanggup diakses melalui situs dapodik.org yaitu data semenjak tahun 2006 hingga 2019. Untuk data tahun 2019 tidak tersedia di situs dapodik.org sebab situs tersebut telah ditutup semenjak 1 Januari 2019. Berdasarkan surat edaran dari Kemdiknas no. 1980/P3/TP/2019 tanggal 14 September 2019 data NPSN dan NISN hanya sanggup diakses melalui situs Kemdiknas.

HELPDESK NISN, NPSN, DAN KEMENAG :

a.   HelpDesk NISN :  Telp. 021-57905777 / 57904804,
Email : pdsp@kemdikbud.go.id

b.   HelpDesk NPSN : Telp. 021-57905184, Facebook : HelpDesk NPSN,
Email : npsn_pdsp@yahoo.co.id

c.   HelpDesk KEMENAG : Telp. 021-34833235

Posting Komentar untuk "Penjelasan, Tujuan & Manfaat Nisn, Npsn, Dapodik – Helpdesk Nisn, Npsn, Dan Kemenag Tahun 2014"