Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Syarat Kecakapan, Keterampilan Dan Pengetahuan Kepramukaan Yang Sanggup Membentuk Aksara Akseptor Ajar Dari Acara Pramuka Pada Implementasi Kurikulum 2019

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Syarat Kecakapan Umum (SKU) ialah syarat kecakapan yang wajib dimiliki oleh peserta didik. Tanda Kecakapan Umum (TKU) diperoleh sehabis lulus melewati ujian-ujian dan disematkan melalui upacara pelantikan.

Syarat Kecakapan Khusus (SKK) ialah syarat kecakapan pada bidang tertentu berdasarkan pilihan pribadi dalam pengembangan minat dan talenta peserta didik.Tanda Kecakapan Khusus (TKK) diperoleh sehabis melalui ujian-ujian dan disematkan pada upacara latihan mingguan.

Syarat Pramuka Garuda (SPG) ialah syarat-syarat kecakapan yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka untuk mencapai persyaratan tertentu sebagai Pramuka Garuda. Untuk memperoleh Tanda Pramuka Garuda (TPG), peserta telah melalui ujian-ujian dan disematkan dalam upacara pelantikan.

Penilaian ujian dalam pemenuhan syarat Kecakapan Umum. Syarat Kecakapan Khusus dan Syarat Pramuka Garuda dititik beratkan kepada perkembangan proses kemampuan peserta didik terhadap suatu pengetahuan dan keterampilan.

1)   SKU dan TKU.

a)  SKU, sebagai alat pendidikan, merupakan rangsangan dan dorongan bagi para Pramuka untuk memperoleh kecakapan-kecakapan yang berguna baginya, untuk berusaha mencapai kemajuan, dan untuk memenuhi persyaratan sebagai anggota Gerakan Pramuka.

b)   SKU disusun berdasarkan pembagian golongan usia Pramuka yaitu golongan Siaga, golongan Penggalang, golongan Penegak, dan golongan Pandega.

c)   SKU untuk golongan Siaga terdiri dari 3 tingkat, yaitu: Siaga Mula, Bantu, dan Tata. SKU untuk golongan penggalang terdiri dari 3 tingkat, yaitu: Penggalang Ramu, Rakit, dan Terap.

d)   SKU untuk golongan Penegak, terdiri dari 2 tingkat, yaitu: tingkat Bantara, Laksana, dan Pandega.

e)   TKU diraih oleh peserta didik melalui bentuk ujian-ujian yang dilakukan secara perseorangan.

2)   SKK dan TKK

a) SKK ialah syarat kecakapan khusus berupa kecakapan, kepandaian, kemahiran, ketangkasan, keterampilan, dan kemampuan dibidang tertentu, yang lain dari kemampuan umum yang ditentukan dalam SKU.

b)   SKK dipilih seorang Pramuka sesuai dengan minat dan bakatnya.

c)   TKK sebagai alat pendidikan, merupakan rangsangan dan dorongan bagi para Pramuka untuk memperoleh kecakapan, dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan dan penghidupannya sesuai dengan talenta dan keinginannya sehingga sanggup mendorong semangat menjadi wiraswastawan di masa mendatang.

d)   TKK diperoleh sehabis meyelesaikan ujian-ujian SKK yang bersangkutan.

e)   TKK dikelompokkan menjadi 5 bidang:Agama, Bidang Patriotisme dan Seni Budaya, Bidang Keterampilan dan Teknik Pembangunan, Bidang Ketangkasan dan Kesehatan, dan Bidang sosial, Perikemanusiaan, Gotong royong, Ketertiban Masyarakat, Perdamaian Dunia dan Lingkungan Hidup.

3)   TKK

TKK dibedakan atas tingkatan-tingkatan, yaitu Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.

4)   PG/TPG

Seorang yang telah menuntaskan SPG disebut sebagai Pramuka Garuda, berhak menyandang TPG menjadi teladan bagi teman-temannya di gudep dan masyarakat di sekitarnya. SPG/TPG terdapat di semua golongan usia Pramuka.

5) Penguji

Penguji SKU ialah Pembina/Pembantu Pembina Pramuka yang eksklusif membina Pramuka yang diuji.

Jenis Kegiatan Pembentuk Karakter Pramuka sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sangat relevan sebagai wadah penanaman nilai karakter. Nilai abjad yang sanggup dikembangkan melalui kegiatan kepramukaan ialah sebagai berikut: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Berikut keterampilan kepramukaan yang sanggup membentuk abjad peserta didik, termasuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan:

a. Keterampilan Tali Temali

1) Cara dan manfaat

Keterampilan Tali Temali dipakai dalam banyak sekali keperluan diantaranya menciptakan tandu, memasang tenda, menciptakan tiang jemuran, dan tiang bendera. Setiap anggota gerakan pramuka diharapkan bisa dan sanggup menciptakan dan memakai tali-temali dengan baik.

2) Implementasi Nilai Karakter

Membuat simpul dan ikatan diharapkan sanggup membentuk abjad ketelitian, kesabaran, kerjasama, dan tanggung jawab. Membuat tandu diharapkan sanggup membentuk abjad ketelitian, kesabaran, kerjasama, dan tanggung jawab.

b. Keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Garurat (PPGD)

1) Cara dan Manfaat

Keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) merupakan kegiatan untuk memperlihatkan pertolongan pertama pada korban kecelakaan atau orang sakit. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini ialah bahwa tindakan ini hanya tindakan pertolongan sementara. Langkah berikutnya tetap harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

2) Implementasi Nilai Karakter:

Mencari dan memberi obat diharapkan sanggup membentuk abjad ketelitian, kesabaran, kerjasama, tanggung jawab, dan peduli sosial. Membalut luka, memakai bidai dan mitela diharapkan sanggup membentuk abjad ketelitian, kesabaran, kerjasama, tanggung jawab, dan peduli sosial.

c. Ketangkasan Pionering

1) Cara dan Manfaat

Ada beberapa kegiatan keterampilan dan pengetahuan yang sekiranya sanggup membantu menciptakan kegiatan kepramukaan tetap menarik dan menantang minat peserta didik untuk tetap menjadi anggota gerakan pramuka.Kegiatan ketangkasan pionering merupakan kegiatan yang sudah biasa dalam kegiatan kepramukaan.Kegiatan itu mencakup menciptakan gapura, menara pandang, menciptakan tiang bendera, menciptakan jembatan tali goyang, meniti dengan satu atau dua tali.

2) Implementasi Nilai Karakter:

Dalam kegiatan menciptakan gapura, menara pandang dan menciptakan tiang bendera diharapkan sanggup membentuk abjad ketelitian, percaya diri, ketekunan, dan kerjasama. Dalam kegiatan menciptakan jembatan tali goyang dan meniti dengan satu atau dua tali diharapkan sanggup membentuk abjad keberanian, ketelitian, percaya diri, ketekunan, dan kesabaran.

d. Keterampilan Morse dan Semaphore

1) Cara dan manfaat

Kedua keterampilan ini bergotong-royong merupakan bahasa sandi dalam kepramukaan. Perbedaan keduanya ialah terletak pada penggunaan media. Morse memakai media peluit, senter, bendera, dan pijatan. Semaphore memakai media bendera kecil berukuran 45 cm X 45 cm. Keterampilan ini perlu dimiliki oleh setiap anggota gerakan pramuka biar dalam kondisi darurat mereka tetap sanggup memberikan pesan.

2) Implementasi Nilai Karakter:

Morse dan Semaphore diharapkan sanggup membentuk abjad kecermatan, ketelitian, tanggung jawab, dan kesabaran.

e. Keterampilan Membaca Sandi Pramuka

1) Cara dan Manfaat

Keterampilan ini sangat diharapkan dalam kegiatan penyampaian pesan diam-diam dengan memakai kunci yang telah disepakati. Seorang pramuka harus sanggup mendapatkan amanah untuk sanggup melaksanakan segala hal termasuk penyampaian dan penerimaan pesan-pesan rahasia. Dalam memberikan pesan diam-diam ini diharapkan kode-kode tertentu yang dalam kepramukaan disebut sandi. Sandi dalam pramuka antara lain sandi akar, sandi kotak biasa, sandi kotak berganda, sandi merah putih, sandi paku, dan sandi angka.

2) Implementasi Nilai Karakter:

Sandi akar, sandi kotak biasa, sandi kotak berganda, sandi merah putih, sandi paku, dan sandi angka diharapkan sanggup membentuk abjad kreatif, ketelitian, kerjasama, dan tanggung jawab.

f. Penjelajahan dengan Tanda Jejak

1) Cara dan Manfaat

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk latihan berpetualang. Anggota gerakan pramuka harus terbiasa dengan alam bebas. Di alam bebas tidak terdapat rambu-rambu secara terang sebagaimana di jalan raya. Oleh sebab itu, seorang anggota gerakan pramuka harus sanggup memanfaatkan kemudahan alam sebagai petunjuk arah dan atau tanda ancaman kepada sahabat kelompoknya.

2) Implementasi Nilai Karakter:

Penjelajahan dengan memasang dan membaca tanda jejak diharapkan sanggup membentuk abjad religius, toleransi, cinta tanah air, peduli lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab.

g. Kegiatan Pengembaraan

1) Cara dan Manfaat

Kegiatan pengembaraan ini bukan sekedar jalan-jalan di alam bebas atau rekreasi bersama melainkan melaksanakan perjalanan dengan banyak sekali rintangan yang perlu diperhitungkan biar tujuan kita sanggup dicapai. Hal ini dengan sendirinya juga mendidik generasi muda bahwa untuk sanggup mencapai harapan itu banyak rintangan dan sangat memerlukan usaha yang kuat. Oleh sebab itu, pendidikan di alam bebas dengan banyak sekali rintangan merupakan pendidikan yang menantang dan menyenangkan.

2) Implementasi Nilai Karakter:

Kegiatan pengembaraan ini diharapkan sanggup membentuk abjad mandiri, peduli lingkungan, tangguh, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, peduli sosial, ketelitian, dan religius.

h. Keterampilan Baris-Berbaris (KBB)

1) Cara dan manfaat

Di lingkungan gerakan pramuka, peraturan baris-berbaris disebut keterampilan baris-berbaris. Kegiatan ini merupakan keterampilan untuk melaksanakan perintah atau instruksi yang berkaitan dengan gerakan-gerakan fisik. Keterampilan Baris-berbaris ini dilakukan untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, keserasian, dan seni dalam berbaris.

2) Implementasi Nilai Karakter:

Keterampilan baris-berbaris ini diharapkan sanggup membentuk abjad kedisiplinan, kreatif, kerja sama, dan tanggung jawab.

i. Keterampilan Menentukan Arah

1) Cara dan Manfaat

Keterampilan ini merupakan suatu upaya bagi anggota gerakan pramuka untuk mengetahui arah. Dalam penentuan arah ini sanggup dipakai kompas, dan benda yang ada di alam sekitar, misalnya: kompas sederhana (silet, magnet, dan air) bintang, pohon, dan matahari. Hal ini sangat penting apabila anggota gerakan pramuka itu tersesat di alam bebas ketika melaksanakan pengembaraan.

2) Implementasi Nilai Karakter:

Keterampilan memilih arah ini diharapkan sanggup membentuk abjad kreatif, kerja keras, rasa ingin tahu, dan kerja sama.

j. Internalisasi Nilai-nilai Karakter

Beberapa taktik yang sanggup lakukan untuk membentuk abjad peserta didik melalui kegiatan ekstra kurikuler pramuka ialah sebagai berikut;

1) Intervensi

Intervensi ialah bentuk campur tangan yang dilakukan pembimbing ekstrakurikuler pramuka terhadap peserta didik. Jika intervensi ini sanggup dilakukan secara terus menerus, maka usang kelamaan abjad yang diintervensikan akan terpatri dan mengkristal pada diri peserta didik. 

Di banyak sekali jeniskegiatan ekstrakurikuler pramuka, terdapat banyak abjad yang sanggup diintervensikan oleh pembimbing terhadap peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler pramuka. Pembimbing sanggup melaksanakan intervensi melalui santunan pengarahan, petunjuk dan bahkan memberlakukan hukum ketat biar dipatuhi oleh para peserta didik yang mengikutinya.

2) Pemberian Keteladanan

Kepala sekolah dan guru pembimbing peserta didik ialah model bagi peserta didik. Apa saja yang mereka lakukan, banyak yang ditiru dengan serta merta oleh peserta didik. Oleh sebab itu, banyak sekali abjad positif yang mereka miliki, sangat elok jikalau ditampakkan kepada peserta didik dengan maksud biar mereka mau menjiplak atau mencontohnya. 

Karakter disiplin yang ingin disemaikan kepada peserta didik, haruslah dimulai dengan teladan keteladanan yang diberikan oleh kepala sekolah dan guru, termasuk ketika dalam pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler pramuka.

Karakter disiplin yang dicontohkan oleh kepala sekolah dan guru dalam kegiatan ekstra kurikuler pramuka ini, sanggup diwujudkan dalam bentuk selalu hadir sempurna waktu ketika latihan/kegiatan ekstra kurikuler pramuka, mentaati waktu dan jadwal latihan yang disepakati. Dengan teladan nyata yang diberikan secara terus menerus, dan kemudian ditiru secara terus menerus, akan membentuk abjad disiplin peserta didik.

3) Habituasi/Pembiasaan

Ada ungkapan menarik terkait pembentukan abjad peserta didik: “Hati-hati dengan kata-katamu, sebab itu akan menjadi kebiasaanmu. Hati-hati dengan kebiasaanmu, sebab itu akan menjadi karaktermu”. Ini berarti bahwa penyesuaian yang dilakukan secara terus menerus, akan mengkristal menjadi karakter.

Ada ungkapan senada terkait dengan pembentukan kebiasaan ini. Yaitu, “Biasakanlah yang benar, dan jangan membenarkan kebiasaan”. Kebenaran harus dibiasakan biar membentuk abjad yang berpihak pada kebenaran. Semenara itu, tidak semua kebiasaan itu benar, dan oleh sebab itu, hanya yang benar saja yang perlu dibiasakan. Sementara yang salah, sebagai salah satu ujung dari abjad yang tidak positif, hendaknya tidak dibiasakan. Dalam realitas kehidupan, orang menjadi bisa sebab biasa atau banyak membiasakan.

4) Mentoring/pendampingan

Pendampingan ialah suatu fasilitasi yang diberikan oleh pendamping kegiatan ekstra kurikuler pramuka terhadap banyak sekali acara yang dilaksanakan oleh peserta didik, biar abjad positif yang sudah disemaikan, dicangkokkan dan diintervensikan tetap terkawal dan diimplementasikan oleh peserta didik. 

Dalam proses pendampingan ini, bisa terjadi terdapat kasus actual riil keseharian yang ditanyakan peserta didik kepada pembimbingnya, sehingga pembimbing yang dalam hal ini berfungsi sebagai mentor, sanggup memperlihatkan pencerahan sehingga tindakan peserta didik tidak keluar dari koridor abjad positif yang hendak dikembangkan.

Pembimbing peserta didik, dalam proses-proses pendampingan (mentoring), juga bisa mengedepankan banyak sekali kelebihan dan kekurangan, pengaruh positif dan negatif setiap tindakan manusia, serta laba dan kerugian (jangka pendek dan jangka panjang), baik tindakan yang positif maupun negatif.

Dengan demikian, sebelum dan selama peserta didik bertindak, senantiasa dikerucutkan pada tujuan-tujuan yang positif dan juga dengan memakai cara-cara yang positif.Untuk mencapai tujuan yang baik hanya boleh dengan memakai tindakan yang baik dan dengan memakai cara yang baik juga. Tujuan tidak membolehkan segala cara untuk mencapainya, sebaik dan sepositif apapun tujuan tersebut. Hanya dengan cara yang baiklah, tujuan yang baik itu boleh dicapai.

5) Penguatan

Dalam banyak sekali perspektif psikologi, penguatan yang diberikan oleh pembimbing ekstra kurikuler pramuka berguna untuk memperkuat sikap peserta didik.Oleh sebab itu, jangan hingga pembimbing peserta didik kalah start dengan peer group peserta didik yang sering mencuri start dalam hal memperlihatkan penguatan sikap sebayanya. 

Sebab, jikalau peer group peserta didik telah “dikuasai” oleh peer group-nya, termasuk peer group yang mengarahkan ke tindakan-tindakan yang negatif, akan sangat sukar dikuasai oleh pembimbingnya. Penguasaan atas peserta didik ini sanggup ditempuh dengan secepatnya memperlihatkan penguatan terhadap sikap berkarakter positif.

6) Keterlibatan Berbagai Pihak

Berbagai pihak yang sepatutnya terlibat dalam kegiatan ekstra kurikuler pramuka ialah kepala sekolah, wakil kepala sekolah urusan kesiswaan, guru pembimbing ekstra kurikuler pramuka, komite sekolah, pengawas sekolah dan orang bau tanah siswa. Berbagai bentuk keterlibatan banyak sekali pihak tersebut sanggup bertanggung jawab sebagai berikut:

1)   Kepala Sekolah Sebagai Ketua Mabigus.
2)   Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.
3)   Pembimbing Kegiatan Ektra Kurikuler Pramuka sebagai Ketua Gugus Depan Pramuka.
4)   Pengawas Sekolah.
5)   Komite Sekolah.

Posting Komentar untuk "Syarat Kecakapan, Keterampilan Dan Pengetahuan Kepramukaan Yang Sanggup Membentuk Aksara Akseptor Ajar Dari Acara Pramuka Pada Implementasi Kurikulum 2019"