Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dari Dapodik, Pemetaan Calon Peserta Target Dilakukan Sedini Mungkin

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Orientasi kegiatan dan anggaran yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar pada 2014 berfokus pada dua hal :

  • Pertama, hal-hal yang berkaitan dengan terciptanya kesempatan bagi anak usia sekolah untuk memperoleh layanan pendidikan.
  • Kedua, layanan pendidikan yang bermutu dengan menerapkan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan.


Demikian salah satu hal yang diungkapkan Thamrin Kasman, Sekretaris Ditjen Dikdas, ketika ditemui di ruang kerjanya Gedung E lantai 5 Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Selasa sore, 7 Januari 2019. Wawancara terkait refleksi aktivitas Ditjen Dikdas 2019 dan rencana 2014. 

“Terkait penciptaan akses, aktivitas diarahkan pada bagaimana menjangkau belum dewasa usia sekolah yang berada di pesisir atau jauh dari jangkauan,” tambahnya.

Jika mereka tak sanggup menjangkau satuan pendidikan, pemerintahlah yang menjangkau mereka. Caranya dengan menawarkan pemberian sarana-prasarana berupa pembangunan ruang kelas gres atau pendirian sekolah baru.

“Tetap orientasinya ialah melaksanakan penyisiran bagi daerah-daerah yang belum tuntas wajib belajar,” tegasnya. Sebab, kendati sebagian besar tempat telah mencapai Angka Partisipasi Kasar 100%, tempat lain yang APK dan Angka Partisipasi Murninya di bawah 95% harus terus diperhatikan.

Ihwal standar pengelolaan anggaran 2014, katanya, relatif sama dengan 2019. Pada 2019, komponen Daftar Isian Pelaksana Anggaran ada yang dibintang. Butuh waktu sampai April untuk melengkapi dokumen dan final pencairan.

“Keunggulan 2014, kita sedini mungkin akan melaksanakan percepatan melengkapi dokumen-dokumen yang harus menyertai DIPA sebelum dilakukan pencairan,” ungkapnya.

Selain percepatan pelengkapan dokumen, terobosan lain yang akan diterapkan Ditjen Dikdas dalam mensukseskan aktivitas 2014 ialah pemetaan calon akseptor sasaran. Para pengelola satuan kerja, lanjutnya, harus mempunyai calon akseptor sasaran sedini mungkin.

“Misalnya mau rehab sekolah, sekolah apa dan di mana? Strateginya dengan melaksanakan percepatan pemetaan calon akseptor sasaran,” ucapnya.

Dukungan teknologi info dan komunikasi juga akan dikuatkan guna mempercepat proses penyaluran info dari tempat ke sentra dan dari sentra ke daerah. Semua upaya yang dilakukan tentu dengan memerhatikan hukum atau regulasi yang telah ditetapkan.

Thamrin berharap ketepatan sasaran sanggup terjamin. Caranya dengan pelengkapan dan pembaruan (update) Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terhadap entitas siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, dan sekolah.

“Sehingga dengan demikian peta yang kita buat betul-betul sudah mikro dan sempurna sasaran; jumlah sekolah rusak sedang, sekolah kekurangan RKB, jumlah siswa miskin, dan lain-lain,” urainya.

Sinergitas komunikasi antara Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota juga harus terjaga. Dengan begitu, komunikasi, arus informasi, dan materi didistribusi berjalan baik. (Billy Antoro)

Posting Komentar untuk "Dari Dapodik, Pemetaan Calon Peserta Target Dilakukan Sedini Mungkin"