Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jokowi Dukung Penerapan Kurikulum Nasional 2019, Siswa-Siswi Tidak Melulu Mempelajari Ilmu Eksak, Tetapi Juga Pengembangan Diri

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendukung penerapan kurikulum nasional tahun 2019. Menurut Jokowi, kurikulum tersebut menciptakan siswa-siswi tidak melulu mempelajari ilmu eksak, tetapi juga pengembangan diri.

"Kurikulum ini memang mengubah total cara dan proses acara belajar-mengajar. Sekarang itu diskusinya lebih banyak, bawah umur dibangun tim, memberi ruang anak memecahkan masalah. Kurikulum ini berorientasi proses, bukan hafalan, hasil," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Kamis (23/1/2014).
"Jadi, bukan hanya fisika, matematika, tapi toleransi, soliditas tim, karakter, sopan santun utamanya. Sangat bagus," ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi konkret sistem evaluasi murid dengan evaluasi deskriptif, bukan dengan angka menyerupai kurikulum sebelumnya. Menurutnya, evaluasi dengan sistem itu lebih menuntut guru mengenal dan membimbing setiap muridnya.

Berdasarkan tinjauannya bersama Wapres RI Boediono di beberapa sekolah percontohan penerapan kurikulum, Kamis pagi, Jokowi mengakui masih ada sejumlah hambatan dalam penerapan tersebut. Kekurangan itu mencakup kekurangan buku bahan dan belum terdistribusinya buku rapor murid. Namun, Jokowi memaklumi hal itu alasannya yakni kurikulum tersebut masih transisi.

"Makanya, tadi kita cek. Kalau sudah siap, siap betul, barulah kita terapkan kurikulum itu di semua sekolah di DKI Jakarta," kata dia.

Sekolah yang dikunjungi oleh Jokowi dan Boediono hari ini yakni Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Pegangsaan Barat di Jakarta Pusat, Sekolah Menengan Atas Negeri 26 Tebet di Jakarta Selatan, SD Penabur Jakarta Utara, dan SD Negeri 01 Jakarta Pusat. Sekolah-sekolah itu menjadi percontohan penerapan kurikulum nasional 2019.

Posting Komentar untuk "Jokowi Dukung Penerapan Kurikulum Nasional 2019, Siswa-Siswi Tidak Melulu Mempelajari Ilmu Eksak, Tetapi Juga Pengembangan Diri"