Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Norma-Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, Dan Bernegara

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang atau individu senantiasa melaksanakan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. 

Jadi setiap manusia, baik sebagai individu atau anggota masyarakat selalu membutuhkan bantuan orang lain. 

Dalam interaksi sosial tersebut, setiap individu bertindak sesuai dengan kedudukan, status sosial, dan kiprah yang mereka masing-masing. Tindakan insan dalam interaksi sosial itu senantiasa didasari oleh nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Dalam pembelajaran ini kalian akan mempelajari ihwal norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Setelah pembelajaran ini kalian diharapkan bisa : mendeskripsikan hakikat norma-norma, kebiasaan, adat-istiadat, dan peraturan yang berlaku dalam masyarakat; menjelaskan arti penting aturan bagi masyarakat; dan menerapkan norma-norma, kebiasaan, etika istiadat, dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara

A. HAKIKAT NORMA, KEBIASAAN, ADAT-ISTIADAT DAN PERATURAN DALAM MASYARAKAT

1. Manusia, Masyarakat, dan Ketertiban

Manusia dilahirkan dan hidup tidak terpisahkan satu sama lain, melainkan berkelompok. Hidup berkelompok ini merupakan kodrat insan dalam memenuhi kebutuhannya. Selain itu juga untuk mempertahankan hidupnya, baik terhadap ancaman dari dalam maupun yang tiba dari luar. Setiap insan akan terdorong melaksanakan banyak sekali perjuangan untuk menghindari atau melawan dan mengatasi bahaya-bahaya itu.

Dalam hidup berkelompok itu terjadilah interaksi antar manusia. Kalian juga senantiasa mengadakan interaksi dengan teman-teman kalian, bukan? Interaksi yang kalian lakukan niscaya ada kepentingannya, sehingga bertemulah dua atau lebih kepentingan. Pertemuan kepentingan tersebut disebut “kontak“. Menurut Surojo Wignjodipuro, ada dua macam kontak, yaitu :

1.   Kontak yang menyenangkan, yaitu kalau kepentingan- kepentingan yang bertemu saling memenuhi. Misalnya, penjual bertemu dengan pembeli.
2.   Kontak yang tidak menyenangkan, yaitu kalau kepentingan-kepentingan yang bertemu bersaingan atau berlawanan. Misalnya, pelamar yang bertemu dengan pelamar yang lain, pemilik barang bertemu dengan pencuri.

Mengingat banyaknya kepentingan, terlebih kepentingan antar pribadi, tidak tidak mungkin terjadi konflik antar sesama manusia, alasannya yaitu kepentingannya saling bertentangan. Agar kepentingan pribadi tidak terganggu dan setiap orang merasa merasa aman, maka setiap bentuk gangguan terhadap kepentingan harus dicegah. Manusia selalu berusaha supaya tatanan masyarakat dalam keadaan tertib, aman, dan damai, yang menjamin kelangsungan hidupnya.

Sebagai insan yang menuntut jaminan kelangsungan hidupnya, harus diingat pula bahwa manusia yaitu mahluk sosial. Menurut Aristoteles, insan itu yaitu Zoon Politikon, yang dijelaskan lebih lanjut oleh Hans Kelsen “man is a social and political being” artinya insan itu adalah mahluk sosial yang dikodratkan hidup dalam kebersamaan dengan sesamanya dalam masyarakat, dan mahluk yang terbawa oleh kodrat sebagai mahluk sosial itu selalu berorganisasi.

Kehidupan dalam kebersamaan (ko-eksistensi) berarti adanya korelasi antara insan yang satu dengan insan yang lainnya. Hubungan yang dimaksud dengan korelasi sosial (social relation) atau korelasi sosial. Yang dimaksud korelasi sosial yaitu korelasi antar subjek yang saling menyadari kehadirannya masing-masing.

Dalam korelasi sosial itu selalu terjadi interaksi sosial yang mewujudkan jaringan relasi-relasi sosial (a web of social relationship) yang disebut sebagai masyarakat. Dinamika kehidupan masyarakat menuntut cara berperilaku antara satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu ketertiban.

Ketertiban didukung oleh tatanan yang mempunyai sifat berlain-lainan alasannya yaitu norma-norma yang mendukung masing-masing tatanan mempunyai sifat yang tidak sama. Oleh alasannya yaitu itu, dalam masyarakat yang teratur setiap insan sebagai anggota masyarakat harus memperhatikan norma atau kaidah, atau peraturan hidup yang ada dan hidup dalam masyarakat.

2. Pengertian Norma, Kebiasaan, Adat-istiadat dan Peraturan

Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melaksanakan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lain sebagainya.

Masyarakat yang menginginkan hidup aman, tentram dan tenang tanpa gangguan, maka bagi tiap insan perlu adanya suatu “tata”. Tata itu berwujud aturan-aturan yang menjadi pedoman bagi segala tingkah laris insan dalam pergaulan hidup, sehingga kepentingan masing-masing sanggup terpelihara dan terjamin. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran.

Norma-norma itu mempunyai dua macam isi, dan berdasarkan isinya berwujud: perintah dan larangan. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan berdasarkan isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh alasannya yaitu akibat-akibatnya dipandang baik. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh alasannya yaitu akibat-akibatnya dipandang tidak baik.

Ada majemuk norma yang berlaku di masyarakat. Macam-macam norma yang telah dikenal luas ada empat, yaitu:

a. Norma Agama

Norma Agama ialah peraturan hidup yang harus diterima insan sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan menerima hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di akhirat.

Contoh norma agama ini diantaranya ialah:
a) “Kamu dihentikan membunuh”.
b) “Kamu dihentikan mencuri”.
c) “Kamu harus patuh kepada orang tua”.
d) “Kamu harus beribadah”.
e) “Kamu jangan menipu”.

b. Norma Kesusilaan

Norma Kesusilaan ialah peraturan hidup yang berasal dari bunyi hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, sanggup diterima oleh seluruh umat manusia.

Contoh norma ini diantaranya ialah :
a) “Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain”.
b) “Kamu harus berlaku jujur”.
c) “Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia”.
d) “Kamu dihentikan membunuh sesama manusia”.

c. Norma Kesopanan

Norma Kesopanan ialah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, alasannya yaitu sumber norma ini yaitu keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri.

Hakikat norma kesopanan yaitu kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau etika istiadat.

Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian.

Contoh norma ini diantaranya ialah :
a) “Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api, bus dan lain-lain, terutama wanita yang tua, hamil atau membawa bayi”.
b) “Jangan makan sambil berbicara”.
c) “Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat” dan.
d) “Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua”.

Kebiasaan merupakan norma yang keberadaannya dalam masyarakat diterima sebagai aturan yang mengikat walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah.

Kebiasaan yaitu tingkah laris dalam masyarakat yang dilakukan berulang-ulang mengenai sesuatu hal yang sama,
yang dianggap sebagai aturan hidup.

Kebiasaan dalam masyarakat sering disamakan dengan etika istiadat. Adat-istiadat yaitu kebiasaan-kebiasaan sosial yang semenjak usang ada dalam masyarakat dengan maksud mengatur tata tertib. Ada pula yang menganggap etika istiadat sebagai peraturan sopan santun yang turun temurun Pada umumnya etika istiadat merupakan tradisi. Adat bersumber pada sesuatu yang suci (sakral) dan berhubungan dengan tradisi rakyat yang telah turun temurun,
sedangkan kebiasaan tidak merupakan tradisi rakyat.

d. Norma Hukum

Norma Hukum ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibentuk oleh forum kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama.
Keistimewaan norma aturan terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan hukuman terhadap pelanggaran peraturan-peraturan aturan bersifat heteronom, artinya sanggup dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara.

Contoh norma ini diantaranya ialah :
a)   “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain, dieksekusi alasannya yaitu membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun”.
b)   “Orang yang ingkar kesepakatan suatu perikatan yang telah diadakan, diwajibkan mengganti kerugian”, contohnya jual beli.
c)   “Dilarang mengganggu ketertiban umum”.

Hukum biasanya dituangkan dalam bentuk peraturan yang tertulis, atau disebut juga perundang-undangan. Perundang-undangan baik yang sifatnya nasional maupun peraturan kawasan dibentuk oleh forum formal yang diberi kewenangan untuk membuatnys.Oleh alasannya yaitu itu,norma aturan sangat mengikat bagi warga negara.

3. Hubungan Antar-Norma

Kehidupan insan dalam bermasyarakat, selain diatur oleh aturan juga diatur oleh norma-norma agama, kesusilaan, dan kesopanan, serta kaidah-kaidah lainnya. Kaidah-kaidah sosial itu mengikat dalam arti dipatuhi oleh anggota masyarakat di mana kaidah itu berlaku.

Hubungan antara aturan dan kaidah-kaidah sosial lainnya itu saling mengisi. Artinya kaidah sosial mengatur kehidupan insan dalam masyarakat dalam hal-hal hukum tidak mengaturnya. Selain saling mengisi, juga saling memperkuat. Suatu kaidah hukum, contohnya “kamu tidak boleh membunuh” diperkuat oleh kaidah sosial lainnya. Kaidah agama, kesusilaan, dan etika juga berisi suruhan yang sama. Dengan demikian, tanpa adanya kaidah aturan pun dalam masyarakat sudah ada larangan untuk membunuh sesamanya. Hal yang sama juga berlaku untuk “pencurian”, “penipuan”, dan lain-lain pelanggaran hukum.

Hubungan antara norma agama, kesusilaan, kesopanan dan aturan yang tidak sanggup dipisahkan itu dibedakan alasannya yaitu masing-masing mempunyai sumber yang berlainan. Norma Agama sumbernya kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Norma kesusilaan sumbernya bunyi hati (insan kamil). Norma kesopanan sumbernya keyakinan masyarakat yang bersangkutan dan norma aturan sumbernya peraturan perundang-undangan.

B. HAKIKAT DAN ARTI PENTING HUKUM BAGI WARGA NEGARA

1. Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum

Hukum yaitu himpunan petunjuk hidup (perintah-perintah dan larangan-larangan) yang mengatur tata tertib dalam masyarakat yang seharusnya ditaati oleh seluruh anggota masyarakat. Oleh alasannya yaitu itu, pelanggaran petunjuk hidup tersebut sanggup mengakibatkan tindakan oleh pemerintah/ penguasa.

Untuk lebih memudahkan batasan pengertian hukum, perlu kalian ketahui unsur-unsur dan ciri-ciri hukum, yaitu:

a. Unsur-unsur aturan diantaranya ialah:
1)   Peraturan mengenai tingkah laris dalam pergaulan masyarakat;
2)   Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib;
3)   Peraturan itu pada umumnya bersifat memaksa, dan
4)   Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut yaitu tegas.

b. Ciri-ciri aturan yaitu:
1)   Adanya perintah dan/atau larangan
2)   Perintah dan/atau larangan itu harus ditaati setiap orang.

2. Tujuan Hukum

Secara umum tujuan aturan dirumuskan sebagai berikut:
a.   Untuk mengatur tata tertib masyarakat secara tenang dan adil.
b.   Untuk menjaga kepentingan tiap insan supaya kepentingan itu tidak sanggup diganggu.
c.   Untuk menjamin adanya kepastian aturan dalam pergaulan manusia.

Kalian sanggup bayangkan, bagaimana kalau dalam masyarakat dan negara tidak ada atau tidak berlaku hukum. Apa yang akan terjadi? Hukum sangat penting bagi setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pertanyaan mengenai apa fungsi aturan itu sanggup dikembalikan pada pertanyaan dasar : Apakah tujuan aturan itu ?
Tujuan pokok dari aturan yaitu terciptanya ketertiban dalam masyarakat.

Ketertiban yaitu tujuan pokok dari hukum. Ketertiban merupakan syarat pokok(fundamental) bagi adanya suatu masyarakat insan di manapun juga. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat dibutuhkan adanya kepastian aturan dalam pergaulan antar insan dalam masyarakat. Tanpa kepastian aturan dan ketertiban masyarakat, insan tidak mungkin membuatkan bakat-bakat dan kemampuan yang diberikan Tuhan kepadanya secara optimal. Dengan demikian, tujuan aturan yaitu terpelihara dan terjaminnya kepastian dan ketertiban.

Selain itu, berdasarkan Mochtar Kusumaatmadja, tujuan lain dari aturan yaitu tercapainya keadilan. Namun, keadilan itu sering dipahami secara berbeda-beda isi dan ukurannya, berdasarkan masyarakat dan zamannya.

3. Pembagian Hukum

Hukum berdasarkan bentuknya dibedakan antara aturan tertulis dan aturan tak tertulis. Hukum Tertulis, yaitu aturan yang dicantumkan dalam banyak sekali peraturan perundangan. Sedangkan Hukum Tak Tertulis, yaitu aturan yang masih hidup dalam keyakinan dalam masyarakat tetapi tidak tertulis (disebut aturan kebiasaan).

Apabila dilihat berdasarkan isinya, aturan sanggup dibagi dalam Hukum Privat dan Hukum Publik. Hukum Privat (Hukum Sipil), yaitu aturan yang mengatur hubungan-hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain, dengan menitik beratkan kepada kepentingan perseorangan, misal Hukum Perdata. Adapun Hukum Publik (Hukum Negara), yaitu aturan yang mengatur korelasi antara Negara dengan alat-alat perlengkapan atau korelasi antara Negara dengan perseorangan (warga negara).

Hukum Publik terdiri dari :
1.   Hukum Tata Negara, yaitu aturan yang mengatur bentuk dan susunan pemerintahan suatu negara serta korelasi kekuasaan antara alat-alat perlengkapannya satu sama lain, dan korelasi antara Negara (Pemerintah Pusat) dengan bagian-bagian negara (daerah-daerah swantantra).
2.   Hukum Administrasi Negara (Hukum Tata Usaha Negara atau Hukum Tata Pemerintahan), yaitu aturan yang mengatur cara-cara menjalankan kiprah (hak dan kewajiban) dari kekuasaan alat-alat perlengkapan negara.
3.   Hukum Pidana (Pidana = hukuman), yaitu aturan yang mengatur perbuatan-perbuatan apa yang dihentikan dan memperlihatkan pidana kepada siapa yang melanggarnya serta mengatur bagaimana cara-cara mengajukan perkara-perkara ke muka pengadilan.
4.   Hukum Internasional, yang terdiri dari Hukum Perdata Internasional dan Hukum Publik Internasional. Hukum Perdata Internasional, yaitu aturan yang mengatur hubungan-hukum antara warga negara-warga negara sesuatu bangsa dengan warga negara-warga negara dari negara lain dalam korelasi internasional.

Hukum Publik Internasional (Hukum Antara Negara), yaitu aturan yang mengatur korelasi antara negara yang satu dengan negara-negara yang lain dalam korelasi internasional.

4. Arti Penting Hukum bagi Warga Negara.

Kaji dengan seksama dan renungkan dongeng berikut ini.
Seorang pencuri tertangkap tangan, kemudian dipukuli beramai-ramai oleh masyarakat setempat. Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 1 ayat (3) Negara Indonesia yaitu negara hukum, artinya aturan menjadi panglima dan mempunyai kedudukan utama.

Jadi tidak dibenarkan masyarakat menghakimi sendiri. Pencuri tersebut harus diserahkan pada polisi untuk ditindak lebih lanjut, sesuai dengan proses hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Bersalah atau tidaknya pencuri tersebut tergantung kepada keputusan hakim (Pengadilan). Tindakan tersebut bertentangan dengan hak asasi insan sebagaimana diatur dalam pasal 28A, 28G dan 28I Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu ihwal “ Hak hidup, hak atas perlindungan diri dan hak untuk tidak disiksa.”

Apakah kalian sudah mempunyai KTP? Berapa umur kalian sekarang? Apakah kalian tahu arti kata penduduk? Penduduk adalah seseorang yang tinggal di suatu tempat tertentu. Apakah semua penduduk yang tinggal di tempat tertentu juga merupakan warga negara? Apakah yang dimaksud warga negara?

Tidak semua penduduk yaitu warga negara. Tidak semua orang yang tinggal dan menetap di Indonesia adala warga negara Indonesia, alasannya yaitu ada pula warga negara lain. Menjadi warga negara berarti mempunyai ikatan dengan suatu negara. Warga negara Indonesia yaitu seseorang yang memiliki ikatan secara aturan dengan negara Indonesia.

Menurut Pasal 26 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berbunyi:
(1)     Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia orisinil dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang-undang sebagai warganegara.
(2)     Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Pengakuan terhadap bendera merah putih sebagai bendera negara merupakan pengakuan sebagai warga negara Indonesia.
(3)     Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang. Yang dimaksud dengan undang-undang dalam Pasal 26 ayat 3 tersebut di atas yaitu UU.RI No.12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Dalam Pasal 1 ayat (1)-nya dinyatakan bahwa: “Warga Negara yaitu warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan”.

Orang tersebut harus tunduk terhadap aturan yang berlaku di Indonesia serta mempunyai hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan aturan Indonesia dimana pun orang tersebut tinggal. Seorang yang hanya menjadi penduduk mempunyai ikatan alasannya yaitu ia tinggal di tempat tersebut. Orang tersebut mempunyai hak dan kewajiban terkait dengan tinggalnya di tempat tersebut. Hak tersebut, contohnya hak untuk mendapatkan perlindungan, tetapi ia tidak berhak untuk menentukan dan dipilih ditempat tinggalnya itu alasannya yaitu ia bukan warga negara.

Kewajibannya sebagai penduduk juga terbatas, contohnya wajib melaporkan diri dan wajib membayar pajak tertentu saja.Hak dan kewajiban sebagai penduduk berakhir pada ketika penduduk tersebut pindah tempat tinggal ke kawasan lain atau negara lain. Misalnya, Habiburrahman yaitu Warga Negara Indonesia, yang tinggal di Mesir. Oleh alasannya yaitu itu Habiburrahman mempunyai hak dan kewajiban sebagai penduduk Mesir. Hal tersebut akan berakhir, kalau kemudian ia berpindah ke Singapura.

Hak dan kewajiban sebagai penduduk berakhir bersamaan dengan pindahnya seseorang ke tempat tinggal lain. Akan tetapi hak dan kewajiban sebagai warga negara selalu ada dan menempel sepanjang tetap sebagai warga negara. Artinya hak dan kewajiban Habiburrahman sebagai warga negara Indonesia tetap ada dan menempel sepanjang ia masih menjadi WNI, meskipun ia tinggal di Mesir, Singapura, atau tempat lainya.

Warga negara Indonesia yaitu orang-orang bangsa Indonesia orisinil atau orang absurd yang disahkan menjadi warga negara berdasarkan ketentuan undang-undang. Yang dimaksud dengan “bangsa Indonesia asli” yaitu orang Indonesia yang menjadi warga Negara Indonesia semenjak kelahirannya dan tidak pernah mendapatkan kewarganegaraan lain atas kehendak sendiri.

Orang absurd sanggup memperoleh status kewarganegaraan sehabis memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan undang-undang. Orang absurd yang ingin menjadi warga negara Indonesia (naturalisasi) harus mengajukan permohonan kepada Presiden untuk menjadi warga negara Indonesia dan memenuhi syarat tertentu.

Permohonan pewarganegaraan sanggup diajukan oleh pemohon kalau memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a.   Telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah menikah;
b.   Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal diwilayah negar Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berurut-urut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut.
c.   Sehat jasmani dan rohani;
d.   Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945;
e.   Tidak pernah dijatuhi pidana alasannya yaitu melaksanakan tindak pidana yang di-ancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun lebih;
f.    Jika dengan memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi kewarganegaraan ganda;
g.   Mempunyai pekerjaan dan /atau berpenghasilan tetap;
h.   Membayar uang pewarganegaraan ke kas negara.

Status sebagai warga negara Indonesia juga sanggup hilang alasannya yaitu banyak sekali hal, diantaranya yaitu memperoleh kewarganegaraan lain alasannya yaitu kemauan sendiri, masuk dalam dinas tentara absurd tanpa ijin terlebih dahulu dari presiden.

Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban terhadap negaranya. Sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam aturan dan pemerintahan dan wajib menjunjung aturan dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”.

Sebaliknya, negara mempunyai kewajiban memperlihatkan proteksi terhadap warga negaranya. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2006 ihwal Perlindungan Saksi dan Korban.

5. Siapa Warga Negara ?

Marilah kita pahami lebih dalam ihwal siapa yang disebut warga negara Indonesia. Pasal 4 dan 5 UU.RI No.12 Tahun 2006 ihwal Kewarganegaraan Republik Indonesia menyatakan bahwa warga negara yaitu :

a.   Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum Undang-Undang ini berlaku sudah menjadi Warga Negara Indonesia;
b.   Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia;
c.   Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing;
d.   Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara absurd dan ibu Warga Negara Indonesia;
e.   Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau aturan negara asal ayahnya tidak memperlihatkan kewarganegaraan kepada anak tersebut;
f.    Anak yang lahir dalam batas waktu tenggang 300 (tiga ratus) hari sehabis ayahnya meninggal dunia dari perkawinan
1.   yang sah dan ayahnya Warga Negara Indonesia;
g.   Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia;
h.   Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara absurd yang diakui oleh seorang ayah Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atan belum kawin;
i.    Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak terperinci status kewarganegaraan ayah dan ibunya;
j.    Anak yang gres lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui;
k.   Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya;
l.    Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia yang alasannya yaitu ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memperlihatkan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan;
m.  Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan kesepakatan setia.
n.   Anak Warga Negara Indonesia yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan absurd tetap diakui sebagai Warga Negara Indonesia.
o.   Anak Warga Negara Indonesia yang belum berusia 5 (lima) tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh warga negara absurd berdasarkan penetapan pengadilan tetap diakui sebagai Warga Negara Indonesia.

C. MENERAPKAN NORMA-NORMA, KEBIASAAN, ADAT ISTIADAT, DAN PERATURAN YANG BERLAKU DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA

Kalian tentu sering mendengar keluhan warga masyarakat ihwal banyaknya pelanggaran terhadap norma-norma, kebiasaan, etika istiadat, dan peraturan yang berlaku. Apa akibatnya? Akibatnya tentu kalian sanggup menjawab, yaitu timbulnya kekacauan atau ketidaktertiban masyarakat. Merasa nyamankah kalian hidup dalam masyarakat yang kacau atau tidak tertib? Tentu saja tidak. Untuk itu marilah kita terapkan norma-norma, kebiasaan, etika istiadat, dan peraturan yang berlaku dengan sebaik-baiknya.

Dalam lingkungan apa saja penerapan itu kita lakukan? Penerapan itu bisa kita lakukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penerapan norma-norma, kebiasaan, etika istiadat, dan peraturan yang berlaku itu intinya berkaitan dengan penggunaan hak dan pemenuhan kewajiban. Marilah kita mulai dari lingkup yang paling dekat, mulai dari hak dan kewajiban di rumah. Selanjutnya lebih luas dalam kehidupan di sekolah, dalam kebidupan masyarakat, dan dalam kehidupan bernegara.

1. Hak dan Kewajiban di Rumah

Marilah kita mulai dari hal yang sederhana! Marilah kita tunaikan hak dan kewajiban kita di rumah, yaitu antara lain :
a.   Menata kembali tempat tidur sehabis berdiri tidur, terutama di pagi hari.
b.   Beribadah melaksanakan kewajiban kepada Tuhan dengan ibu dan ayah saya serta saudara-saudara saya.
c.   Membantu ayah dan ibu di rumah dengan tulus ikhlas. Contohnya antara lain : menyapu halaman rumah.
d.   Belajar, menonton TV atau bermain tetapi harus sesuai norma–norma dalam kehidupan keluarga. Dengan kata lain kalian mempunyai hak untuk bersenang – senang, tetapi juga tidak boleh melupakan kewajiban.

2. Hak dan Kewajiban di Sekolah

Sekarang mari kita kembali menyanyikan lagu berguru secara bersama-sama. Kalian tentu masih hapal. Hak dan kewajiban kalian di sekolah antara lain :

a. Belajar dengan tekun.

Ini berarti kalian harus rajin pergi ke sekolah menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi. Menuntut ilmu sangat penting, alasannya yaitu merupakan bekal hidup kita. Orang yang tidak mempunyai ilmu biasanya hidup susah. Karena itu kita harus rajin belajar. Orang yang mempunyai ilmu pengetahuan, biasanya hidup senang. Belajarlah supaya pintar. Kepintaran yang disertai dengan keluhuran akal sangat dibutuhkan oleh bangsa negara untuk mencapai kesejahteraan demi kemajuan bersama.

b. Mematuhi tata tertib sekolah.

Misalnya :
1)   Sebelum berguru kalian merapikan meja dan dingklik serta papan tulis, kemudian berdoa.
2)   Kalian berguru bersama bapak guru. Membaca, menulis, melaksanakan acara di laboratorium, berdiskusi, berkesenian, berolah raga dengan riang gembira. Kalian 3) Ketika bel berbunyi tanda beristirahat, ke luar kelas.

2.   Hak dan Kewajiban di Masyarakat.

Hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain :
a.   Dengan tetangga dan masyarakat, kalian harus senantiasa tolong menolong.
b.   Bersama-sama mereka, kalian wajib menjaga kebersihan dan keamanan serta ketertiban lingkungan.
c.   Selain mempunyai kewajiban di masyarakat, kalian juga memiliki hak ibarat hak untuk beropini dalam musyawarah, dihormati dan bergaul dengan orang-orang di lingkungan masyarakat. 

Sungguh hidup kita di masyarakat akan senang dan tenteram kalau kita tahu hak dan kewajiban kita.

4. Hak dan Kewajiban sebagai warga negara.

Sebagai warga negara Indonesia, kita harus membela tanah air. Kita mempertahankan bumi pertiwi dari segala
ancaman, ibarat para pejuang dan pahlawan kita yang dengan gagah berani dan pantang menyerah melawan penjajah. Mereka rela mengorbankan jiwa dan raganya, supaya negeri kita bebas dari penjajahan dan menjadi negeri
yang merdeka.

Sekarang ini kalian juga punya kewajiban belajar dengan tekun dan berprestasi. Kita harus mengharumkan Indonesia, ibarat teman-teman kita yang menjadi juara lomba olimpiade matematika dan fi sika atau para atlet
olahraga.Rudi Hartono dan Susi Susanti yaitu dua atlet bulutangkis kita yang sangat populer di dunia.

Kebiasaan membuang sampah di tempatnya, cermin warga masyarakat yang menjunjung tinggi Hak dan Kewajiban Negara.

Bagaimanakah cara kita melaksanakan kewajiban kepada negara?
Siswa harus berguru dengan tekun, penumpang naik kendaraan umum di halte, sopir menaati peraturan kemudian lintas, orang membayar pajak. Kita wajib memelihara kebersihan sekolah, jalan, halte dan terminal.

Selain kewajiban, kita juga mempunyai hak. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan menerima pekerjaan. Kita juga berhak menentukan sahabat dan pemimpin. Kita juga berhak untuk dipilih menjadi ketua kelompok, ketua kelas dan ketua RT, Kepala Desa dan Bupati, Gubernur bahkan Presiden.

Selain warga negara mempunyai hak dan kewajiban juga harus patuh/sadar pada aturan aturan dalam keluarga dan masyarakat.

Menurut Aristoteles, insan itu yaitu Zoon Politikon, yang artinya insan itu yaitu mahluk sosial yang dikodratkan hidup dalam kebersamaan dengan sesamanya di masyarakat. Kehidupan dalam kebersamaan berarti adanya korelasi antara insan yang satu dengan insan yang lainnya. Hubungan yang dimaksud yaitu korelasi sosial atau korelasi sosial.

Dalam kehidupan bersama itu selalu terjadi interaksi sosial, sesuai dengn kedudukan dan kiprahnya masing-masing. Kehidupan masyarakat menuntut cara berperilaku antara satu dengan yang lainnya berdasarkan norma-norma yang berlaku untuk mencapai suatu ketertiban.

Evaluasi

I. Pilihlah salah satu balasan yang berdasarkan kalian paling tepat. Berilah tanda melingkari pada balasan yang dipilih.

1.   Perbedaan antara Adat dan Hukum Adat terletak pada ...
a.   sumbernya
b.   isinya
c.   sanksinya
d.   daerah berlakunya
2.   Ada empat macam norma, kecuali ...
a.   agama
b.   kesopanan
c.   kesusilaan
d.   kepercayaan
3.   Marlinda berusaha untuk hormat pada orang yang lebih tua. Perilaku Marlinda merupakan pelaksanaan dari norma ...
a.   agama
b.   kesopanan
c.   kesusilaan
d.   hukum
4.   Dalam kehidupan bernegara, norma yang dianggap paling tegas yaitu norma ...
a.   agama
b.   kesopanan
c.   kesusilaan
d.   hukum
5.   Tujuan pokok dari hukum, yaitu ...
a.   keseimbangan
b.   keselarasan
c.   kepastian
d.   ketertiban
6.   Hukum yang sedang berlaku pada suatu negara dan waktu tertentu, yaitu ...
a.   Ius Constituendum
b.   Ius Soli
c.   Ius Sanguinus
d.   Ius Constitutum
7.   Salah satu sumber aturan diantaranya yaitu ...
a.   jurisprudence
b.   undang – undang
c.   dekrit
d.   coup d’etat
8.   Hukum yang dicita – citakan oleh bangsa Indonesia yaitu ...
a.   hukum nasional
b.   sistem aturan nasional
c.   sub sistem aturan nasional
d.   sub aturan nasional
9.   Menyebrang jalan melalui zebra cross, sebaiknya dilakukan alasannya yaitu ...
a.   ingin dipuji
b.   takut
c.   sesuai dengan aturan yang berlaku
d.   terpaksa
10. Penduduk yaitu seseorang yang ...
a.   tinggal di suatu tempat
b.   tinggal di suatu tempat tertentu
c.   tinggal di suatu daerah
d.   tinggal di suatu kawasan tertentu

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan sempurna !

1.   Tuliskan 2 (dua) pola yang terdapat dalam setiap norma !
2.   Tuliskan perbedaan antara norma aturan dan norma bukan hukum!
3.   Tuliskan 3 ciri-ciri aturan !
4.   Tuliskan salah satu masalah aturan yang pernah kalian baca di media cetak (surat kabar, jurnal, majalah, dll) atau kalian liat di media elektronik (TV, Internet, dll)
5.   Tuliskan masing-masing satu pola hak dan kewajiban kalian di rumah, disekolah, masyarakat dan negara

III. Tes sikap

Tentukan sikap kau (setuju/tidak setuju) terhadap daftar butir pernyataan dalam tabel berikut ini dengan cara memperlihatkan tanda V dan disertai alasannya. Butir Pernyataan : Tidak Setuju / Tidak Setuju, Alasan :

a.   Diantara norma – norma yang ada maka norma hukum-lah yang paling penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
b.   Suatu peraturan perlu dipatuhi alasannya yaitu bertujuan untuk mewujudkan ketertiban dan keadilan.
c.   Peraturang yang paling baik apabila sanggup memenuhi kepentingan pembuat atau penguasa.

Posting Komentar untuk "Norma-Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, Dan Bernegara"