Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Permendiknas Nomor 8 Tahun 2009 Wacana Kegiatan Pendidikan Profesi Guru Prajabatan Dinyatakan Tidak Berlaku Semenjak 15 Agustus 2019, Ini Penggantinya…

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Dengan telah diberlakukannya Peraturan Menteri Nomor 87 Tahun 2019 wacana Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan yang telah diundangkan pada tanggal 15 Agustus 2019, maka mulai tanggal diundangkannya Permendikbud Nomor 87 Tahun 2019 tersebut, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional / Permendiknas Nomor 8 Tahun 2009 wacana Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Berdasarkan Pasal 10 Ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 wacana  Guru dan Dosen, kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi serta menurut pada Pasal 4 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 wacana Guru dan Dosen, akta pendidik bagi guru diperoleh melalui agenda pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang mempunyai agenda pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi, baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun masyarakat, dan ditetapkan oleh Pemerintah.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, selanjutnya Mendikbud telah memutuskan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 87 Tahun 2019 wacana Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan sekaligus sebagai pengganti dari Permendiknas Nomor 8 Tahun 2009 sebelumnya.

Beberapa istilah penting yang berkaitan dengan Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan dalam Permendikbud Nomor 87 tahun 2019 ini di antaranya yaitu :

1.   Pendidikan profesi yaitu pendidikan tinggi sehabis agenda sarjana yang mempersiapkan penerima didik untuk mempunyai pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus.

2.   Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan yang selanjutnya disebut agenda PPG yaitu agenda pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 Kependidikan dan S1/DIV Non-kependidikan yang mempunyai talenta dan minat menjadi guru supaya menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga sanggup memperoleh akta pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

3.   Lembaga pendidikan tenaga kependidikan yaitu perguruan tinggi yang diberi kiprah oleh Pemerintah untuk menyelenggarakan agenda pengadaan guru pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan/atau pendidikan menengah, serta untuk menyelenggarakan dan membuatkan ilmu kependidikan dan non-kependidikan.

4.   Matrikulasi yaitu sejumlah mata kuliah yang wajib diikuti oleh penerima agenda PPG yang sudah dinyatakan lulus seleksi untuk memenuhi kompetensi akademik bidang studi dan/atau kompetensi akademik kependidikan sebelum mengikuti agenda PPG.

5.   Pengayaan bidang studi yaitu aktivitas pemantapan penguasaan materi bidang studi yang dilaksanakan secara terpadu dalam aktivitas PPG.

6.   Pedagogik khusus bidang studi yaitu aktivitas yang memperlihatkan pengalaman kepada calon guru untuk membuatkan perangkat pembelajaran yang komprehensif, meliputi planning pelaksanaan pembelajaran (RPP), materi ajar, media pembelajaran, evaluasi, dan lembar kerja siswa (LKS).

Selanjutnya, dalam pasal 2 Permendikbud Nomor 87 Tahun 2019 wacana Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan ini diuraikan Tujuan agenda PPG (Pendidikan Profesi Guru), yaitu :

  • untuk menghasilkan calon guru yang mempunyai kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran;
  • menindaklanjuti hasil penilaian dengan melaksanakan pembimbingan, dan pembinaan penerima didik; dan
  • mampu melaksanakan penelitian dan membuatkan profesionalitas secara berkelanjutan.

Bidang keahlian yang ditempuh penerima didik pada agenda PPG harus sesuai dengan jenjang pendidikan serta mata pelajaran yang akan diampu. Untuk kualifikasi akademik calon penerima didik agenda PPG yang harus mengikuti dan lulus matrikulasi yaitu sebagai berikut :

  • S1 Kependidikan yang sesuai dengan agenda pendidikan profesi yang akan ditempuh;
  • S1 Kependidikan yang serumpun dengan agenda pendidikan profesi yang akan ditempuh;
  • S1/DIV Non-kependidikan yang sesuai dengan agenda pendidikan profesi yang akan ditempuh;
  • S1/DIV Non-kependidikan serumpun dengan agenda pendidikan profesi yang akan ditempuh;
  • S1 Psikologi untuk agenda PPG pada PAUD atau SD.

Struktur kurikulum agenda PPG berisi lokakarya pengembangan perangkat pembelajaran, latihan mengajar melalui pembelajaran mikro, pembelajaran pada teman sejawat, dan Program Pengalaman Lapangan (PPL), dan agenda pengayaan bidang studi dan/atau pedagogi.

Sistem pembelajaran pada agenda PPG meliputi lokakarya pengembangan perangkat pembelajaran dan agenda pengalaman lapangan yang diselenggarakan dengan pemantauan pribadi secara intensif oleh dosen pembimbing dan guru pamong yang ditugaskan khusus untuk aktivitas tersebut.

Lokakarya pengembangan perangkat pembelajaran dan agenda pengalaman lapangan dilaksanakan dengan berorientasi pada pencapaian kompetensi merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, serta melaksanakan pembimbingan dan pelatihan.

Peserta yang lulus uji kompetensi memperoleh akta pendidik yang dikeluarkan oleh LPTK. Sebutan profesional lulusan agenda PPG yaitu Gr (guru). Sebutan profesional Gr ini ditempatkan di belakang nama yang berhak atas sebutan profesional yang bersangkutan.

Untuk mengetahui secara lebih komprehensif dari Permendikbud Nomor 87 Tahun 2019 ini, silahkan download Permendikbud Nomor 87 Tahun 2019 wacana Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan pada links berikut (download/unduh Permendikbud No. 87 Tahun 2019). Semoga bermanfaat dan terimakasih… ...!

Posting Komentar untuk "Permendiknas Nomor 8 Tahun 2009 Wacana Kegiatan Pendidikan Profesi Guru Prajabatan Dinyatakan Tidak Berlaku Semenjak 15 Agustus 2019, Ini Penggantinya…"