Benarkah Perjaka / Pria Lebih Berilmu Daripada Cewek / Perempuan

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia... Organisation for Economic Co-operation & Development (OECD) melalui Programme for International Student Assessment (PISA) menyurvei lebih dari 510 ribu pelajar di 65 negara untuk mengukur indeks literasi matematika, membaca, dan sains. Dari survei tersebut terlihat, pelajar pria lebih arif dibandingkan perempuan.

Gap gender ini terutama terlihat dalam indeks literasi matematika, evaluasi utama dalam PISA. Para perjaka meraih nilai lebih tinggi dari para cewek di 37 negara. Sementara itu, hanya cewek-cewek di lima negara yang bisa mengungguli kejeniusan pelajar laki-laki.

Tidak hanya itu, pelajar wanita juga cenderung kurang termotivasi kalau dibandingkan dengan pelajar pria dalam mencar ilmu matematika. Cewek-cewek ini juga kurang percaya diri dalam mengatakan kemampuan mereka ketimbang para siswa. Namun gap dalam gender ini relatif kecil kalau dibandingkan dengan gap di antara para siswa arif dengan siswa kurang pintar.

Pada kurun 2000 sampai 2019, gap gender dalam kemampuan membaca terlihat jauh di 11 negara. Kali ini cewek-cewek lebih unggul. Pada literasi sains, baik perjaka maupun perjaka mengatakan performa yang setara.

Berikut statistik aneka macam aspek evaluasi dalam PISA 2019, menyerupai dikutip dari keterangan tertulis OECD, Jumat (6/12/2019).

Membaca

Dari 64 negara dengan data yang sanggup dibandingkan sampai 2019, 32 di antaranya mengatakan perbaikan dalam kemampuan membaca, 22 negara tidak berubah dan indeks literasi membaca di 10 negara menurun.

Chili, Estonia, Jerman, Hungaria, Israel, Jepang, Korea, Luxemburg, Meksiko, Polandia, Portugal, Swiss, dan Turki ialah pola negara yang mengatakan peningkatan literasi membaca.

Di antara negara-negara anggota OECD, 8,4% siswa mengatakan performa yang baik dalam literasi membaca. Shanghai, China menempatkan 25,1% siswanya dalam kelompok tersebut. Kemudian, lebih dari 15% top performers ialah siswa di Hong Kong, China. Sementara itu, Jepang dan Singapura juga unggul dalam membaca menyerupai halnya sekira 10 % siswa di Australia, Belgia, Kanada, Finlandia, Prancis, Irlandia, Korea, Liechtenstein, Selandia Baru, Norwegia dan Taipei.

Sains

Shanghai, China, Hong Kong, China, Singapura, Jepang dan Finlandia ialah lima besar dalam literasi sains di PISA 2019. Estonia, Korea, Vietnam, Polandia, Kanada, Liechtenstein, Jerman, Taipei, Belanda, Irlandia, Australia, Macao, China, Selandia Baru, Swiss, Slovenia, Inggris, Republik Cechnya dan Belgia meraih nilai di bawah rata-rata dalam sains.

Di antara negara-negara anggota OECD, 8,4% siswa mengatakan performa terbaik dalam sains dan meraih nilai sangat tinggi. Angka ini merupakan perbandingan dengan 15 persen siswa-siswa di Shanghai-China (27,2%), Singapura (22.7%), Jepang (18.2%), Finlandia (17.1%) dan Hong Kong, China (16.7%).

PISA 2019 menguji lebih dari 510 ribu siswa di 65 negara dalam literasi matematika, membaca dan sains. Fokus utama studi ini ialah Matematika. Keahlian memahami matematika ialah alat terbaik untuk memperhitungkan keluaran generasi muda. Kemampuan matematis juga memengaruhi kemampuan anak muda untuk berpartisipasi dalam pendidikan tingkat lanjut dan pencapaian lain di masa depan. (rfa)

Belum ada Komentar untuk "Benarkah Perjaka / Pria Lebih Berilmu Daripada Cewek / Perempuan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel