Metode Pembelajaran “Ekstrim”

(Elaboratif, Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern)

Sebagai seorang guru dipastikan kita sering menjumpai banyak sekali fenomena aktual khususnya pada keadaan akseptor didik kita baik dalam hal kerajinan, kedisiplinan, etika, dan minat berguru mereka. 

Dari banyak sekali fenomena yang kompleks tersebut, seorang guru pun dituntut mempunyai metode pembelajaran yang kompleks pula, kompleks dalam arti mempunyai banyak cara, banyak inisiatif, banyak alternatif yang bersifat kreatif dan inovatif, selain itu seorang guru harus banyak bersabar pada muridnya untuk mengulang materi, menjelaskan ulang, membimbing mereka, sehingga mereka nantinya selain menjadi menjadi insan yang berkualitas mereka juga mempunyai aksara yang baik, matang serta stabil.

Terlebih lagi pada periode globalisasi menyerupai kini ini guru harus banyak berguru untuk selalu membuatkan kemampuannya dalam upaya meningkatkan kualitas maupun efektifitas pembelajaran, peningkatan SDM guru ini perlu terus-menerus dilakukan akhir dampak dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang cepat ini.

Dadang JSN, S.Pd. berfoto bersama siswa-siswi
Teknik mengajar yang baik dan benar bagi seorang guru merupakan hal yang sangat vital dalam memilih efektif tidaknya sebuah pembelajaran. Alhasil seorang guru harus selalu berevolusi, dinamis dan terbuka dalam mendapatkan hal yang baru, bukan hanya aktif dalam membuatkan kemampuannya, namun juga proaktif dalam menyikapi setiap fenomena yang cenderung fluktuatif dan dinamis khususnya dalam dunia pendidikan kini ini, perjuangan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas guru tersebut sanggup dilakukan dengan banyak sekali kegiatan, diantaranya mengikuti kegiatan-kegiatan maupun program-program yang berkaitan dengan pengembangan diri secara umum hingga pengembangan terkhusus yang berkaitan dengan peningkatan profesionalitas kinerja guru, contohnya dengan mengikuti seminar-seminar pendidikan, KKG, MGMP, browsing di internet dan sebagainya.

Kita semua sependapat bahwa di periode kemajuan teknologi yang telah populer diseluruh dunia ini mempunyai dampak dan konsekuensi yang sangat besar dan kompleks, bagai pisau bermata dua, sisi lain menunjukkan dampak positif yang luar biasa namun di sisi lainnya menunjukkan dampak negatif yang luar biasa pula. Namun sebelum kita membahas perihal dampak dari kemajuan TIK dunia, sebelumnya kita lihat apa saja produk yang dihasilkan di periode kemajuan ini, yang kesemuanya itu terlahir dari buah pikiran serta oleh-oleh dari manusia-manusia yang unggul, insan yang tidak berhenti belajar, berani mencoba dan mencoba lagi pantang menyerah.

Banyak sekali produk dari periode kemajuan di zaman teknologi kini ini di antaranya;
1.  Koran atau media cetak berkembang pesat baik yang konvensional hingga media masa online,
2.  Televisi dan radio yang telah populer diseluruh dunia dengan channel yang semakin bertambah dengan signal yang gampang didapatkan,
3.  Sambungan telepon atau jaringan telepon seluler pun sudah memasyarakat,  
4.  Sistem komputerisasi telah diaplikasikan dalam banyak sekali bidang kehidupan,
5.  Banyaknya penemuan maupun kreativitas gres dalam menghasilkan kemudahan maupun produk canggih, baik di bidang komunikasi, elektronik, otomotif, robotic, dan lain sebagainya.

Dari banyak sekali produk di atas tentu kesemuanya menjanjikan kemudahan, fleksibilitas, efisiensi, fitur atau kemudahan canggih dan yang terpenting yakni kualitas yang semakin meningkat dari masa kemasa. Sehingga pada ketika kini ini, jarak dan waktu tidak lagi menjadi dilema baik dari aspek komunikasi hingga transportasi.

Kemudian beberapa hal yang paling besar lengan berkuasa di periode globalisasi kini selain dari hal-hal yang telah disebutkan di atas yaitu adanya perkembangan internet yang berkembang pesat, internet atau interconnection networking yakni sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung, ketika ini kemudahan internet sanggup dinikmati bukan hanya di warnet (warung internet) saja, namun layanan ini telah banyak tersedia pada beberapa jenis handphone yang telah menyediakan fitur untuk koneksi internet via mobile, dengan adanya modem mobile internal inilah pengguna handphone sanggup pribadi “berinternet ria” via mobile internet di hp mereka dengan lebih fleksibel dan efisien. Selain itu beberapa handphone jenis tertentu sanggup dipakai sebagai modem eksternal untuk koneksi internet baik dari note book, laptop hingga PC anda tanpa mengganggu kemudian lintas panggilan dan pesan yang masuk ke hp kita.

Layanan internet atau lazim kita sebut dunia maya ini menunjukkan banyak manfaat positif bagi guru maupun siswa, di antaranya :
1.     Mudah untuk menemukan maupun mencari informasi yang ingin kita ketahui dalam waktu yang relatif singkat, contohnya pencarian web, gambar, audio, video atau pun file-file dalam format lainnya dengan hanya menuliskan kata kunci pada mesin pencari (search engine) saja; menyerupai di google, yahoo ataupun bing.
2.     Sebagai sarana publikasi yang efektif dan mendunia, lantaran informasi yang telah kita publikasikan di internet akan sanggup diakses oleh seluruh pengguna internet di seluruh dunia misalnya;
-     Share perihal pendidikan melalui jejaring sosial facebook, twiter dll,
-     Sarana publikasi sekolah, blog atau situs pribadi guru dll. Publikasi sekolah sanggup memakai banyak sekali situs dari hosting berbayar hingga yang gratis menyerupai wikipedia, blog ataupun website.
-     Iklan online, isu online hingga bisnis online.
3.     Penyampaian laporan-laporan sekolah kepada pihak lain, pengiriman surat atau dokumen dalam banyak sekali format baik word, excel, pdf, photo, mp3, video maupun file-file dalam format lainnya. Pengiriman file ini sanggup dilakukan dengan memakai kemudahan surat elektronik atau email menyerupai : gmail atau pun yahoo mail.
4.     Dapat mendownload atau mengambil (mengunduh) file dari internet sekaligus sanggup mengupload (mengunggah) file ke internet.
5.     Chating (bercakap-cakap antar pengguna internet yang sedang online) baik dalam bentuk tulisan, isyarat, kode, gambar bahkan melalui video streaming dengan gambar live dan bunyi layaknya bertemu pribadi antar komunikan.
6.     Pengguna sanggup mendengarkan musik, radio, hingga menonton video maupun televisi online melalui koneksi internet.
7.     Dan lain-lain.

Dari banyak sekali manfaat positif dari penggunaan layanan internet di atas, tentu banyak juga akhir negatif yang ditimbulkan dari pengguna internet yang salah guna, di antaranya :
1.     Dengan mudahnya menyebarluaskan informasi, banyak penipuan berawal dari informasi di internet.
2.     Sebagian siswa kecanduan game online sehingga mengakibatkan kuantitas dan kualitas belajarnya berkurang.
3.     Kurangnya tugas aktif orang bau tanah dalam memantau anak dalam berafiliasi dengan dunia maya atau internet sehingga banyak tulisan, gambar, video maupun tontonan yang tidak senonoh sanggup mereka konsumsi dengan bebas dan tak terbatas, hal ini mengakibatkan degradasi mental dan merusak pikiran anak secara tajam.
4.     Tindak kriminalitas menyerupai penculikan anak, human trafficking (penjualan manusia) juga sering terjadi disebabkan adanya informasi dan komunikasi antar pengguna melalui jejaring sosial yang tidak terbatas kini ini.
5.     Dan lain-lain.

Setelah kita membaca uraian singkat perihal plus-minus internet di atas, tentu kita sebagai guru merasa miris terhadap pergaulan maupun tingkah laris akseptor didik kita khususnya pada sekolah yang berada di lingkungan kota yang secara umum cenderung lebih kompleks dampak dari produk globalisasi kini ini, namun hal ini pun bukanlah aturan yang mutlak lagi, lantaran pada akhir-akhir ini dampak globalisasi sudah mulai merambah hingga ke kawasan pelosok atau kawasan yang jauh dari perkotaan seiring dengan penyebaran kanal telekomunikasi seluler yang semakin luas hingga ke pelosok daerah, tentu layanan telekomunikasi seluler ini juga menghadirkan layanan kanal ke internet di dalamnya.

Selain internet, produk globalisasi yang dampak positif dan negatifnya tidak bisa kita anggap remeh yakni televisi, televisi pun dipastikan hampir setiap rumah memilikinya, dan ketika ini televisi bukanlah barang glamor lagi. Sebagai pola untuk kawasan di lingkungan SMPN Satu Atap Sungai Karang pun yang notabene belum tersedia jaringan listrik PLN ketika ini pun hampir setiap rumah mempunyai televisi yang sanggup dioperasikan dengan daya diesel maupun genset.

Banyak jadwal ataupun jadwal di televisi yang anggun untuk pelajar, menyerupai pada chanel televisi edukasi yang hampir 100% programnya membahas perihal pendidikan maupun pada program-program di chanel lain yang pada waktu-waktu tertentu menayangkan jadwal (acara) perihal pendidikan. Di samping itu televisi juga banyak menayangkan banyak sekali macam jadwal yang tidak sesuai dengan anak, tentu untuk menekan akhir negatif dari tontonan di televisi ini, orang tualah yang bertanggung jawab penuh dalam membimbing, mengawasi dan mengontrol anak ketika menonton televisi di rumah.

Hingga saya pun berkesimpulan bagi anak yang kurang pengarahan, pengawasan atau kontrol, baik dari guru, orang bau tanah bahkan kontrol yang lebih besar yaitu dari masyarakat, sudah barang tentu akhir dari penggunaan kemudahan internet, televisi maupun media masa, majalah, media komunikasi salah guna lainnya yang telah dikonsumsi anak sanggup mengakibatkan dampak negatif yang kompleks pada anak. Dampak negatif yang kompleks pada anak tersebut akan mengakibatkan mental bahkan tanpa mereka sadari bertahap bermetamorfosis pada tingkah laris anak, dan jikalau hal ini terus dibiarkan saya yakin cepat atau lambat mereka akan menjadi  anak yang “ekstrim”.

Mentalitas ekstrim pada anak dalam artian anak mempunyai paradigma sendiri perihal perilaku dan tingkah laris yang salah tapi mereka anggap benar, pemahaman yang menyimpang tapi mereka anggap benar, dan beberapa bentuk ekstrimisme-ekstrimisme lainnya yang tentu tidak baik bagi kekerabatan individu, keuarga dan sosial mereka hingga kesudahannya egoisme yang berlebih yang mengagungkan kebenaran pribadi menjadi klimaks akhir adanya mentalitas ekstrim ini, selanjutnya mentalitas ekstrim ini otomatis akan berimplikasi pula pada tingkah laku, pola hidup bahkan kebiasaan hidup anak dalam kehidupan sehari-harinya.

Banyak macam dan kejadian yang mencerminkan tingkah laris yang tidak baik namun telah dilakukan oleh beberapa oknum pelajar ini di antaranya, :
-        Perkelahian atau bentrok fisik antar pelajar bahkan antar sekolah.
-        Anak tidak sopan terhadap guru bahkan orang tuanya.
-        Pergaulan bebas hingga mengakibatkan kehamilan pada pelajar.
-        Materialisme anak yang berlebih, sehingga mereka menuntut pada orang tuanya untuk mewujudkan keinginannya itu tanpa mau mengerti keadaan orang tuanya. Salah satu contohnya anak minta paksa untuk dibelikan motor gres pada orang bau tanah tanpa mempertimbangan keadaan ekonomi orang tua.
-        Tidak ada perhatian terhadap materi yang disampaikan oleh guru ketika di dalam kelas.
-        Dan lain sebagainya

Sebagai guru yang telah mendapati salah satu perilaku yang ekstrim di atas atau pun perilaku ekstrim lain yang mencerminkan tingkah laris yang tidak baik pada anak atau pun pelajar selayaknya guru harus menerapkan metode pembelajaran yang tepat, lantaran jikalau guru salah dalam menerapkan metode pembelajaran, pembimbingan maupun pengarahan pada anak tersebut, maka bukan mustahil perubahan positif yang diperlukan akan sulit direalisasikan. Hal ini terjadi akhir tuntutan zaman yang semakin maju pesat dan kompleks ini, kita pun dituntut untuk menerapkan metode maupun teknik pembelajaran yang terus berkembang pula. Saat ini metode pembelajaran yang “ekstrim” pulalah yang tepat untuk anak didik kita, selain sebagai upaya dalam mengatasi ekstrimisme-ekstrimisme siswa tadi sekaligus sebagai metode dan teknik gres dalam memperkaya  khasanah keilmuan khususnya dalam aspek pembelajaran yang berusaha menjadikan suasana pembelajaran yang edukatif yang positif, efektif (berhasil guna) serta aplikatif.

Metode pembelajaran yang “ekstrim” bukanlah pembelajaran yang berarti pembelajaran yang keras dan berlebihan, apalagi metode pembelajaran yang membahayakan...???. Pembelajaran EKSTRIM yakni pembelajaran yang berusaha memanifestasikan nilai-nilai serta sikap-sikap positif kehidupan kita sehari-hari dalam proses berguru mengajar di sekolah, nilai-nilai serta sikap-sikap positif itu antara lain;  Elaboratif. Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern.

Guru yang sanggup menerapkan pembelajaran EKSTRIM secara tepat akan mendapati perubahan yang signifikan khususnya mengenai motivasi dan kesadaran siswa dalam berguru ikhlas, selanjutnya kesadaran ini akan mengantar siswa dalam meraih masa depan yang cemerlang.
                       
Penjabaran dari metode pembelajaran maupun teknik pembelajaran yang Elaboratif. Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern (EKSTRIM) ini sanggup saya uraikan secara singkat, sebagai berikut.

1.     Elaboratif

Elaboratif merupakan metode pembelajaran yang mengedepankan kejelasan materi ataupun pembahasan yang disampaikan secara detail sekaligus rinci. Jadi, dalam penyampaian materi, pemahaman guru harus optimal atau maksimal terhadap setiap materi atau pembahasan yang disampaikan kepada akseptor didik (siswa).
Secara teknis metode pembelajaran yang elaboratif sanggup dideskripsikan sebagai berikut :
-        Tahap persiapan, sebelum  mengajar lakukan sharing materi atau pembahasan anda pada guru kelas atau guru bidang studi lain, mungkin ada beberapa istilah kata ataupun teori yang berafiliasi dengan bidang studi lain yang lebih detail penjelasannya atau mungkin bahkan sudah pernah disampaikan pada siswa atau kelas yang akan anda bimbing. Hal ini dilakukan untuk menghindari perbedaan persepsi siswa terhadap guru-gurunya, jangan hingga antara guru satu dengan guru yang lainnya berbeda pemahaman terhadap sebuah sub pokok bahasan namun klarifikasi guru yang satu dengan yang lainnya berbeda.
-        Penyampaian materi disampaikan oleh guru dengan susunan bahasa yang baik dan benar, intonasi yang tepat, mimik muka serta ekspresi anggota tubuh maupun tubuh yang mencerminkan penjiwaan yang sinkron dengan tema bahasan, hal ini terang akan memudahkan siswa dalam memahami sebuah bahasan atau materi.
-        Materi disajikan secara terstruktur dan sistematis.
-        Di sela-sela penyampaian materi, siswa diijinkan bertanya tanpa harus menunggu guru selesai memberikan materinya. Hal ini dilakukan semoga siswa memahami materi pembahasan secara komprehensif (menyeluruh).

2.     Konstruktif

Materi dan pembahasan yang disampaikan harus bersifat membangun dan baik lantaran sasaran pendidikan identik dengan perbaikan, peningkatan SDM secara universal, bukan hanya kegiatan formil semata namun inti dari seluruh kegiatan pendidikan ini yakni formula kehidupan yang aplikatif dan efektif dalam mencapai taraf kehidupan yang lebih berkualitas pada siswa nantinya. seandainya pun memakai alat peraga dalam penyampaian materi atau pembahasan jangan hingga melaksanakan tindakan destruktif atau merusak di hadapan siswa.

3.     Santun

Nasehat yang terbaik yakni keteladanan, perilaku guru yang santun serta ramah baik di dalam dan di luar sekolah yakni teladan yang baik bagi siswa dan masyarakat, namun perilaku santun kepada siswa di sekolah atau di kelas bukanlah menyerupai anak yang menghormati orang tuanya, namun menyerupai orang bau tanah yang mau menghargai anak-anaknya, sehingga terciptalah suasana yang erat dan damai.

Terlebih lagi santun serta menghargai setiap siswa dalam proses berguru mengajar yakni kunci seorang guru dalam membuat suasana kekeluargaan yang otomatis terciptalah ikatan batin yang positif antara siswa dengan gurunya menyerupai dekatnya kekerabatan perasaan antara anak dengan orang tuanya, hal ini akan mengakibatkan antusiasme dalam berguru yang lapang dada lantaran metode pembelajaran yang santun ini sasarannya yakni membuka hati dan perasaan siswa untuk mendapatkan hal-hal gres secara sadar dan ikhlas, untuk selanjutnya ketenangan hati itulah yang akan merefresh otak mereka dalam menerima transfer of knowledgesaat itu.

4.     Tegas

Ketegasan bukanlah kekerasan dan kekerasan bukanlah ketegasan, ketegasan yakni perilaku yang niscaya dalam memutuskan, pilihan jawabannya yakni ya atau tidak, tidak ada balasan yang mewaspadai bagi siswa.

5.     Rasional

Pembelajaran yang benar-benar akan efektif serta sanggup dipahami anak yakni sesuatu pembahasan yang logika, masuk akal, dan benar-benar sanggup dicerna, dinalar, dan dipikirkan oleh kemampuan otak mereka.

6.     Inspiratif

Di sela-sela proses pembelajaran, alokasikan waktu sekitar 5 menit untuk memberikan beberapa kata-kata yang membangkitkan semangat, kata-kata mutiara yang berintikan motivasi, pola kalimat yang bisa membangkitkan semangat berguru siswa, seperti; Untuk menjadi berakal memang sulit, tapi lebih sulit lagi kalau tidak pintarJati diri bukan dicari, tapi diciptakan, Di mana ada kemauan, di situ ada jalan, Bakat belum tentu mempunyai minat, namun minat sanggup membuat bakat dan lain sebagainya.

Selain itu kita sanggup juga menceritakan biografi singkat perihal kisah-kisah orang yang telah sukses, bisa juga perihal hal-hal lain yang sekiranya sanggup menyalakan api semangat dalam mewujudkan setiap impian mereka, beri keyakinan yang mendalam akan pentingnya berguru dan berusaha, lantaran berguru yakni pecahan dari perjuangan itu sendiri.

Pelajar berprestasi atau bahkan kisah-kisah orang sukses ketika ini, namun yang menjadi highligh dari kisah sukses yang inspiratif diceritakan ketika umur sebaya dengan siswa, hal ini akan mengakibatkan semangat baru, menjadi motivasi bahkan kreatifitas, penemuan lahir dari sebuah ide (hikmah)

Usahakan setiap tatap muka selalu sediakan waktu khusus untuk menginspirasi siswa, terlebih jikalau kita sebagai guru mereka bisa menjadi sosok yang inspiratif bagi mereka.

7.     Modern

Gunakan pendekatan yang sesuai dengan jaman mereka untuk mengarahkan siswa, lantaran mereka lahir di jamannya, bukan lahir di jaman kita. Oleh lantaran itu, terang bahwa secara pendidikan alamiah saja, pendidikan alam yang ia alami sangat berbeda jauh dengan apa yang kita alami, sehingga mindset mereka secara alamiah sedemikian rupa dan pastinya jauh berbeda dengan mindset mereka.

Demikian sebagian resume dari metode ataupun teknik pembelajaran terbaru yang sedang saya susun, semoga pada kesempatan mendatang konsep ini sanggup saya realisasikan dalam bentuk buku. Mohon do’a dari rekan-rekan guru semua, dan terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang telah mendukung penulisan perihal metode pembelajaran ESKTRIM ini.

Saran dan kritik dari anda semua sangat kami harapkan dengan mengirimkan pesan anda ke email: djsnspd@gmail.com atau pesan via akun facebook saya.

Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin......!

Belum ada Komentar untuk "Metode Pembelajaran “Ekstrim”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel