Rincian Jumlah Penerima Latih Dalam Setiap Rombel Serta Pembagian Rombel Yang Benar Pada Aplikasi Dapodikdas 2019/2014

Sahabat Operator Sekolah yang berbahagia... Dalam proses input data-data sekolah, khususnya yang berafiliasi dengan jumlah peserta didik maksimal dalam 1 Rombel (Rombongan Belajar) yang ada pada tab Rombongan Belajar dalam tabel “Edit Anggota Rombel”, sebagai OPS kita harus teliti dalam segala hal yang terkait dengan pembagian Rombel ini semoga dalam validasi tidak terjadi hambatan (invalid) baik pada hal-hal yang berafiliasi dengan jumlah minimal ataupun jumlah maksimal anggota dalam setiap Rombelnya, selain itu juga batasan-batasan yang harus diketahui dalam pembagian Rombel pada tingkat kelas yang sama.

Hal tersebut perlu sangat diperhatikan, bukan hanya menghindari invalid pada validasi hingga sinkronisasi Dapodikdas 2019 saja tentunya, namun juga menjadi contoh dasar bagi Kemdikbud dalam pengambilan kebijakan-kebijakan terkait proteksi profesi dan proteksi fungsional, terlebih lagi bagi PTK dalam hal ini bagi Guru yang telah bersertifikasi ataupun bagi guru yang sedang maupun yang akan mendapatkan proteksi profesi Guru tersebut.

Berikut hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pengisian aplikasi Dapodikdas 2019/2014 khususnya perihal Pembagian Rombel yang benar dalam aplikasi Dapodikdas 2019 /2014 yang tentu saja sangat berkaitan bersahabat dengan pemenuhan jam mengajar pada Guru, khususnya bagi guru yang telah bersertifikat pendidik, uraian berikut saya share kembali dari Grup Info Dapodik Kemdikbud perihal Pembagian Rombel, yaitu :

1.         Menurut Peraturan perihal SPM (Standar Pelayanan Minimal) Pendidikan disyaratkan bahwa "MAKSIMAL SISWA PER-ROMBEL UNTUK SD ADALAH 32 SISWA DAN MINIMAL ADALAH 20 SISWA."

2.         Untuk tingkat kelas yang berjumlah lebih besar dari 32 siswa tetapi kurang dari 40 siswa maka Rombel itu masih terhitung pada "ROMBEL GEMUK" dan JANGAN COBA-COBA DIPECAH MENJADI DUA ROMBEL.

3.         Tingkat kelas yang siswanya kurang dari 40 siswa tapi tetap dipaksakan dibagi menjadi 2 Rombel sehingga salah satu Rombelnya ada yang siswanya kurang dari 20 siswa, maka kedua Rombelnya akan dianggap ROMBEL TIDAK NORMAL, dan rombel tersebut akan dinyatakan tidak memenuhi syarat bagi guru yang mengajar di Rombel tersebut untuk sanggup mendapatkan aneka tunjangan, baik TP (Tunjangan Profesi) ataupun TF (Tunjangan Fungsional).

4.         Aturan minimal siswa 20 siswa/Rombel ini, TIDAK BERLAKU UNTUK TINGKAT KELAS YANG TIDAK MELAKUKAN PEMBAGIAN ROMBEL. Artinya jika suatu tingkat kelas Rombelnya kurang dari 20 siswa tanpa proses pembagian Rombel, maka Rombel tersebut tetap akan dinyatakan sebagai Rombel yang memenuhi syarat untuk sanggup dicairkannya aneka proteksi bagi guru yang mengajar di Rombel yang bersangkutan. Solusi untuk sekolah yang disemua tingkat kelasnya hampir semuanya kurang dari 20 siswa, ke depan mungkin akan direkomendasikan oleh pihak Kemendikbud semoga di merger dengan sekolah lain.

5.         Pembagian Rombel sanggup dilakukan untuk suatu tingkat kelas jika dalam tingkat kelas tersebut semua gurunya sudah bersertifikat pendidik ialah minimal 42 siswa dengan pembagian siswa kelas A = 21 siswa dan Kelas B = 21 siswa, sedang Pembagian Rombel ideal sesuai aturan SPM yang gotong royong ialah minimal 52 siswa dengan pembagian siswa Kelas A = 32 siswa dan Kelas B = 20 siswa.

6.         Mohon semoga dalam pembagian Rombel, jangan alasannya ialah mengejar aneka proteksi untuk guru atau semoga semua guru mendapatkan jam mengajar, maka hingga mengabaikan aturan yang berlaku dan mengorbankan siswa di sekolah kita.

7.         Penghapusan atau perubahan Rombel untuk Dapodikdas ini tidak mengecewakan rumit, dan terkadang jika tidak hati-hati dalam proses penghapusannya sanggup menciptakan data Peserta Didik menjadi kacau.

8.         Perlu diingatkan kembali bahwa Dapodikdas 2019 bukan menitikberatkan pada kuantitas, tetapi sudah menitikberatkan pada KUALITAS data.

Demikian artikel perihal rincian jumlah siswa / peserta didik dalam setiap Rombelnya serta batasan-batasan dalam pembagian Rombel pada tingkat kelas yang sama dalam aplikasi dapodikdas 2019/2014. Semoga bermanfaat, terimakasih…


PENJELASAN / PENYEBAB “JUMLAH MURID KURANG MENCUKUPI” (KURANG DARI 10 SISWA) PADA HASIL CEK LEMBAR INFO PTK / LTD 2014
Pada akhir-akhir ini, banyak pertanyaan terkait dengan hasil cek validasi data-data PTK peserta proteksi sertifikasi guru/pendidik, yakni mengapa data PTK pada Lembar Info PTK / LTD 2014 tidak valid bagi PTK yang mengajar pada Rombel yang jumlah peserta didik / murid-nya kurang dari 10 anak (peserta didik), padahal bukan pada kelas paralel (kelas tidak dipecah) dengan keterangan "Jumlah Murid Kurang Mencukupi".

Dasar hukumnya ialah Keputusan Mendiknas No. 060/U/2002 perihal Pedoman Pendirian Sekolah yang dipakai sebagai contoh ketika ini, sedangkan untuk PP Nomor 74 Tahun 2008 perihal Guru akan diberlakukan mulai 1 Januari 2019 (rasio siswa per-Rombel dalam satuan pendidikan).

Jadi, pada ketika contoh PP No. 74 Tahun 2008 perihal Guru berlaku maka minimum siswa perkelas akan memakai PP 74 tahun 2008. Namun sebelum tanggal 1 Januari 2019, maka dasar aturan yang dipakai perihal jumlah minimum peserta didik dalam 1 rombel baik dari tingkat TK, SD, SMP, SMA/SMK, maupun SLB tetap memakai Kemendiknas Nomor 060/U/2002 ini alasannya ialah apabila belum berlaku suatu peraturan maka peraturan sebelumnyalah yang diberlakukan.

Info update 2019 : Rasio Minimal Jumlah Siswa / Peserta Didik Terhadap Guru Tahun Pelajaran 2019/2019 TK, RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMA/MAK Dalam PP Nomor 74 Tahun 2008 Sebagai Salah Satu Syarat Penerima Tunjangan Profesi Guru Mulai Berlaku

Belum ada Komentar untuk "Rincian Jumlah Penerima Latih Dalam Setiap Rombel Serta Pembagian Rombel Yang Benar Pada Aplikasi Dapodikdas 2019/2014"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel