Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sambutan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Dalam Peringatan Hari Guru Nasional 2019 Dan Hari Ulang Tahun Ke-68 Pgri (Persatuan Guru Republik Indonesia)

Assalamu’alaikum wr. wb. Selamat pagi dan salam sejahtera.

Alhamdulillah, marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga pada pagi hari ini, kita masih bisa gotong royong mengikuti upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019 dan HUT ke-68 PGRI dalam keadaan sehat wal ‘afiat.

Sebelumnya, marilah sejenak kita tundukkan kepala seraya memanjatkan doa untuk para guru dan tenaga kependidikan yang telah mendahului kita berpulang keharibaan Allah, Tuhan Yang Mahakuasa. Semoga mereka senantiasa mendapat ampunan dan kasih sayang-Nya.

Dalam kesempatan ini, izinkan saya atas nama eksklusif dan pemerintah memberikan ucapan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan setinggi-tingginya atas prestasi, dedikasi, tanggung jawab, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru, tenaga kependidikan dan masyarakat dalam memajukan dunia  pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hadirin yang kami hormati,

Kita semua menyadari dan memahami wacana arti penting dan mulianya pendidikan, tetapi di balik itu kita juga menyadari bahwa tantangan dan masalah yang kita hadapi semakin berat, rumit, dan kompleks, terutama dalam rangka mempersiapkan generasi 2045, 100 tahun Indonesia merdeka, dan kejayaan Indonesia.

Kalau kita cermati struktur penduduk kita pada tahun 2019, terdapat 46 juta anak usia 0 hingga 9 tahun dan 44 juta anak usia 10 hingga 19 tahun. Jadi, kini ini kalau kita ingin mempersiapkan generasi 2045, tidak ada pilihan lain kecuali harus memperkuat layanan, baik saluran maupun kualitas pendidikan kita, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pada tahun 2045, mereka akan berusia 35 hingga 44 tahun dan 45 hingga 55 tahun. Merekalah yang akan memimpin dan mengelola bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Mereka harus kita bekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku sesuai dengan zamannya. Mereka harus mempunyai kemampuan berpikir orde tinggi, kreatif, inovatif, berkepribadian mulia, dan cinta pada tanah air, serta gembira menjadi orang Indonesia, sebagaimana yang digagas dalam Kurikulum 2019.

Untuk itu, prinsip yang kita kembangkan yaitu memperlihatkan layanan pendidikan sedini mungkin (start earlier) melalui gerakan PAUD, memperlihatkan kesempatan bersekolah setinggi mungkin (stay longer) melalui pendidikan menengah universal (PMU), dan peluasan saluran ke perguruan tinggi tinggi. Selain itu, kita perlu memperluas jangkauan dan menjangkau mereka yang tidak terjangkau (rich wider) melalui aktivitas derma siswa miskin (BSM), Bidikmisi, dan sarjana mendidik di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (SM3T).

Kita ingin biar belum dewasa kita di manapun berada dan apapun latar belakang sosial dan ekonominya sanggup memperoleh layanan pendidikan setinggi mungkin. Pendidikan tersebut harus terjangkau dan berkualitas. Guru dan tenaga kependidikan menjadi faktor penentunya sehingga mau tidak mau harus kita tingkatkan ketersediaan dan profesionalitasnya.

Hadirin yang berbahagia,

Sengaja tema yang diambil dalam peringatan HGN tahun 2019 dan HUT ke-68 PGRI ini yaitu “Mewujudkan Guru yang Kreatif dan Inspiratif dengan Menegakkan Kode Etik untuk Penguatan Kurikulum 2019.” Hal ini dimaksudkan untuk menjawab banyak sekali masalah dan tantangan yang saya sebutkan di atas. Sekarang ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang melaksanakan penataan sistem pendidikan guru, pembinaan berkelanjutan, pelindungan, dan peningkatan kesejahteraan guru. Saya juga memperlihatkan dukungan penuh biar PGRI bisa menjadi organisasi profesi guru yang berpengaruh sehingga menghasilkan guru yang bisa berbagi kemampuannya secara mandiri, bisa sebagai sumber wangsit dan keteladanan, kreatif, inovatif, dan menegakkan isyarat etik guru sebagai profesi. Kita semua berharap para guru dan tenaga kependidikan kita menjadi pembelajar dan pendidik sejati.

Dengan demikian, kurikulum 2019 yang digagas untuk mempersiapkan generasi 2045, generasi yang bisa berpikir orde tinggi, kreatif, inovatif, berkepribadian mulia, dan cinta pada tanah air, serta gembira menjadi orang Indonesia, sanggup diwujudkan. Kami mengajak semua pemangku kepentingan untuk bekerja keras, bersungguh-sungguh, dan bekerja sama. Insya Allah, impian mulia tersebut sanggup segera kita wujudkan.

Hadirin yang saya hormati,

Akhirnya, sekali lagi kami ucapkan Dirgahayu Hari Guru Nasional 2019 dan selamat Hari Ulang Tahun ke-68 Persatuan Guru Republik Indonesia. Semoga kita semua sanggup meningkatkan kualitas pendidikan kita dan mudah-mudahan apa yang kita lakukan termasuk bab dari amal kebajikan.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,

MOHAMMAD NUH

Sumber artikel : Kemdikbud RI 

Posting Komentar untuk "Sambutan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Dalam Peringatan Hari Guru Nasional 2019 Dan Hari Ulang Tahun Ke-68 Pgri (Persatuan Guru Republik Indonesia)"