Janganlah Kita Sakiti Orang-Orang Di Sekitar Kita Dengan Amarah !

Janganlah Kita Sakiti Orang-Orang di Sekitar Kita dengan Amarah!_Saat kita dibakar amarah, kita tak sanggup lagi mengontrol setiap kata dan perbuatan. Boleh jadi lisan kita membisu tak berkata sepatah kata, namun tindakan kita mengatakan amarah luar biasa. Kita dengan sadar melempar dan membanting barang-barang sekuat tenaga, menimbulkan bunyi keras yang seolah menggambarkan seberapa besar kemarahan kita. 
 kita tak sanggup lagi mengontrol setiap kata dan perbuatan Janganlah Kita Sakiti Orang-Orang di Sekitar Kita dengan Amarah !
Tahukah Anda, bahwa ketika orang di sekitar Anda mendengar bunyi keras barang-barang yang Anda banting, ketika itu jugalah remuk hatinya, terluka jiwanya. Tak hanya kaget atau terkejut alasannya bunyi barang-barang yang Anda lempar dan banting, tapi juga shock dengan perilaku dan perbuatan Anda.

Boleh jadi, ketika ini kita masih diberikan Tuhan kekuatan berupa tenaga, tapi siapakah yang tahu kapan Tuhan akan mengambil sesuatu yang berjulukan tenaga itu dari kita. Terlampau tepat cara Tuhan bertindak untuk kita duga. Kaprikornus janganlah kita berbuat aniaya kepada orang lain, apalagi terhadap keluarga dan orang-orang yang bekerjsama menyayangi kita.

Janganlah Anda sakiti orang-orang di sekitar Anda dengan amarah, janganlah Anda melukai hatinya. Hati yang luka itu sukar diobati. Tak ada Apotek yang menjual obat sakit hati, tak ada operasi bedah untuk menyembuhkan hati yang luka. Saat hati itu telah terluka, ia butuh waktu usang untuk kembali menyerupai sedia kala, kecuali Tuhan yang menyembuhkan dengan segala Ke-Mahaan-Nya.

Janganlah Anda sakiti orang-orang di sekitar Anda dengan amarah, janganlah sekali-kali Anda melakukannya. Jika Anda dalam khilaf telah melakukannya, maka segeralah meminta maaf kepada orangnya, kemudian sujud dan mintalah ampunan kepada Tuhan.

Artikel terkait :

Belum ada Komentar untuk "Janganlah Kita Sakiti Orang-Orang Di Sekitar Kita Dengan Amarah !"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel