Keragaman Sistem Organisasi Kehidupan Mulai Tingkat Sel Hingga Organisme

Keragaman pada Sistem Organisasi Kehidupan Mulai dari Tingkat Sel hingga Organisme
Makhluk hidup di dunia ini sangat beraneka ragam. Keanekaragaman ini mencakup banyak sekali bentuk dan variasi tingkat kehidupan, mulai dari sel hingga organisme.

1. Sel
Pada1665, Robert Hooke mengamati sayatan gabus memakai mikroskop. Dari sayatan tersebut beliau melihat ada banyak ruang-ruang kosong yang ibarat mirip sarang lebah. Hal ini mengingatkan beliau pada sel yang ditempati para biarawan. Oleh lantaran itu, ia menamai ruang-ruang kosong yang diamatinya tersebut sebagai sel.

Ahli-ahli lain yang mengamati jaringan flora dan binatang juga melihat adanya sel- sel ibarat yang diamati Robert Hooke. Sejak itulah pengamatan ihwal sel semakin berkembang. Penelitian ihwal sel berkembang sangat pesat, terutama dengan ditemukannya mikroskop elektron pada tahun 1950-an.


Sel ialah satuan terkecil makhluk hidup yang menyusun tubuh makhluk hidup, bentuk dan ukurannya bermacam-macam. Sel juga merupakan satuan fungsi kehidupan lantaran dalam sel terjadi fungsifungsi atau kegiatan hidup.
Keragaman pada Sistem Organisasi Kehidupan Mulai dari Tingkat Sel hingga Organisme Keragaman Sistem Organisasi Kehidupan Mulai Tingkat Sel Sampai Organisme

Berdasarkan jumlah selnya, makhluk hidup dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu:
  • Makhluk hidup unisel, yaitu makhluk hidup bersel satu. Contohnya bakteri, ganggang biru, virus, amoeba, euglena, dan paramaecium.
  • Makhluk hidup multisel, yaitu makhluk hidup bersel banyak. Contohnya manusia, hewan, dan tumbuhan.
Ukuran sel sangat kecil sehingga bagian-bagian sel hanya sanggup dilihat dengan memakai mikroskop elektron. Bagian-bagian tersebut ialah sebagai berikut:

a. Dinding Sel
Dinding sel hanya terdapat pada sel flora saja. Apabila kau mengamati sayatan bab tumbuhan, bab paling luar dan agak tebal itulah dinding sel. Dinding sel menciptakan sel flora lebih kaku dan lebih besar lengan berkuasa dibandingkan sel hewan.

Dinding sel flora tidak ibarat tembok yang tidak sanggup dilalui apapun. Dinding sel flora terbuat dari materi selulosa sehingga masih bisa dilewati air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya.

b. Membran Plasma
Membran plasma/membran sel dan sering juga disebut selaput plasma. Pada sel hewan, membran plasma merupakan lapisan yang paling luar. Lapisan ini sangat tipis sehingga bisa dilihat hanya memakai mikroskop cahaya.

Membran plasma berfungsi sebagai pelindung sel dan mengatur keluar masuknya zat-zat dari dalam atau dari luar sel. Membran sel tersusun atas senyawa lipida dan protein (lipoprotein) serta bersifat semipermeabel/selektif permeabel. Tidak semua zat bisa masuk ke sel lantaran diseleksi oleh membran sel. Artinya, ada zat tertentu yang sanggup masuk dengan gampang dan ada zat tertentu tidak sanggup atau sulit melewatinya. Oleh lantaran itulah membran plasma berfungsi mengatur keluar dan masuknya zat ke dalam sel

c. Sitoplasma
Sitoplasma ialah larutan yang berada di antara membran sel dan inti sel. Sitoplasma mengandung 90% air dan majemuk materi biokimia untuk kehidupan, ibarat ion-ion dan molekul-molekul garam, asam amino, gula, nukleotida, asam lemak, karbohidrat, protein, vitamin, dan gas-gas yang membentuk larutan.

Dalam sitoplasma terdapat organ-organ kecil yang merupakan “mesin” sel. Oleh lantaran organ-organ tersebut berukuran kecil maka mereka disebut organel sel. Organelorganel inilah yang bersama-sama menjalankan fungsi-fungsi kehidupan sel, ibarat mencerna makanan, menguraikan makanan, membentuk sel baru, dan membentuk energi.

Organel-organel yang dimaksud sebagai berikut:
1) Mitokondria berfungsi untuk respirasi atau pernapasan sel.
2) Badan golgi berfungsi dalam proses ekskresi sel.
3) Ribosom berfungsi sebagai daerah sintesis protein.
4). Retikulum endoplasma: berfungsi sebagai daerah pembuatan banyak sekali lemak.
5) Lisosom berfungsi menghasilkan enzim-enzim untuk mencerna makanan.
6) Sentrosom berfungsi sebagai daerah menggantungnya kromosom ketika pembelahan sel. Terdapat pada sel binatang dan manusia.
7) Vakuola berfungsi sebagai daerah menyimpan masakan dan mengeluarkan sisa metabolisme. Biasanya terdapat pada sel tumbuhan.
8) Plastida, hanya ditemukan pada tumbuhan. Ada yang mengandung zat warna dan ada yang tidak. Plastida yang mengandung zat hijau daun disebut kloroplas. Kloroplas berfungsi sebagai daerah fotosintesis.

d. Inti Sel
Inti sel disebut juga nukleus. Inti sel terdiri atas membran inti sebagai pembungkus inti, nukleus atau anak inti, dan plasma inti atau nukleoplasma. Di dalam plasma inti terdapat benang-benang krosom yang berfungsi sebagai pembawa sifat keturunan. Inti sel berfungsi sebagai pengatur seluruh kegiatan sel.

Pada Monera, materi inti tidak berada dalam suatu kantong (membran inti). Oleh lantaran itu, kita tidak akan bisa menemukan inti pada sel Monera.
Kingdom Monera merupakan kelompok makhluk hidup sederhana, hidup di air, ada yang
bersel satu, ada yang bersel banyak, dan ada yang ibarat flora atau hewan. Kingdom
Monera terdiri dari ganggang biru, dan bakteri.

2. Jaringan
Jaringan ialah kumpulan sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Jaringan pada flora dan binatang berbeda.
Pada makhluk hidup yang hanya terdiri atas satu sel, seluruh kegiatan hidup, contohnya mencerna makanan, membuang sisa makanan, dan memperbanyak diri dilakukan oleh sel itu sendiri.Pada makhluk hidup yang tersusun oleh banyak sel, ada sekumpulan sel yang bertugas menjalankan suatu kiprah tertentu. Dengan demikian, pada makhluk hidup bersel banyak terdapat beberapa sel yang secara terkoordinasi menjalankan suatu fungsi tertentu. Oleh lantaran itu, sekumpulan sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama disebut jaringan.

a. Jaringan pada Tumbuhan
Jaringan pada flora bermacam-macam, yaitu:

1) Jaringan meristem
Jaringan meristem ialah jaringan yang sel-selnya selalu aktif membelah. Jaringan ini berfungsi untuk pertumbuhan sel. Terdapat pada ujung batang dan ujung akar serta pada kambium (ikatan pembuluh).

2) Jaringan epidermis
Jaringan ini terletak pada permukaan batang, akar, dan daun. Jaringan epidermis tersusun atas sekumpulan sel- sel yang rapat. Seperti pada hewan, jaringan epidermis pada flora juga terletak pada bab terluar tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya
dan juga melindungi supaya flora tidak kehilangan terlalu
banyak air.

3) Jaringan parenkim
Jaringan parenkim merupakan jaringan pengisi antara jaringan yang lain. Oleh lantaran itu, jaringan parenkim terdapat hampir di seluruh bab tubuh tumbuhan. Sel- sel jaringan parenkim juga bersifat fleksibel (lentur). Hal ini dimungkinkan lantaran dinding selnya tipis.

4) Jaringan pengokoh
Jaringan pengokoh berfungsi menguatkan bab tubuh tumbuhan. Terdapat di akar, batang, daun, dan buah. Jaringan pengokoh ini terdiri atas jaringan kolenkim dan sklerenkim.
  • Jaringan Kolenkim. Sel- sel jaringan kolenkim dindingnya mengalami penebalan. Fungsi utama jaringan kolenkim ialah untuk menyokong bagian-bagian flora yang masih tumbuh.
  • Jaringan Sklerenkim. Sel- sel jaringan sklerenkim dindingnya mengalami penebalan dari zat kayu. Sebagian besar sel penyusun jaringan sklerenkim merupakan sel- sel yang sudah mati.
5) Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut dibagi menjadi dua macam, yaitu jaringan xilem dan floem.
  • Jaringan Xilem. Jaringan xilem merupakan salah satu jaringan flora yang berfungsi untuk pengangkutan. Sel- sel penyusun jaringan xilem bentuknya memanjang dan berdinding tebal. Jaringan xilem tersusun oleh sel- sel yang telah mati. Jaringan xilem berfungsi untuk mengangkut air dan mineral yang diserap dari akar menuju daun.
  • Jaringan Floem. Jaringan floem tersusun oleh sel- sel yang bentuknya memanjang dan berdinding tebal. Sel- sel penyusun jaringan floem merupakan sel yang masih hidup. Jaringan floem berfungsi mengangkut sari masakan hasil-hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
6) Jaringan endodermis
Jaringan ini terdapat pada akar dan batang.

b. Jaringan pada Hewan
Jaringan pada binatang hampir sama dengan jaringan pada manusia, yaitu:

1) Jaringan epitel
Jaringan epitel merupakan sekumpulan sel yang tersusun sangat rapat. Menutupi permukaan tubuh dan organ-organ dalam tubuh. Jaringan epitel berfungsi sebagai pelindung jaringan di bawahnya. Lapisan ini dibagi menjadi dua macam, yaitu epitel berlapis tunggal dan epitel berlapis banyak. Epitel lapisan tunggal, contohnya epitel pipih selapis terdapat pada alveoli. Sedangkan, rujukan epitel berlapis banyak ialah epitel pipih pada epidermis kulit vertebrata.

2) Jaringan penyokong
Jaringan ini berfungsi untuk menyokong tubuh. Jaringan ini dibedakan menjadi:
  • jaringan ikat. Jika pada jaringan epitel sel-selnya rapat satu sama lain, pada jaringan ikat justru sebaliknya. Sel- sel jaringan ikat tersusun berjauhan satu-sama lain. Di antara sel- sel jaringan ikat terdapat matriks (cairan dan serat) yang dihasilkan oleh sel jaringan ikat. Jaringan ikat berfungsi menunjang dan mengikat banyak sekali jaringan lain. Contoh jaringan ikat, yaitu jaringan darah, jaringan lemak,  dan jaringan kolagen.
  • jaringan tulang berfungsi sebagai pelindung bab tubuh yang lunak. Jaringan ini dibagi menjadi dua macam, yaitu jaringan tulang keras dan tulang rawan.
3) Jaringan otot
Jaringan otot tersusun oleh sel- sel yang bisa berkontraksi (memendek). Fungsi jaringan otot adalahuntuk berkontraksi atau sebagai alat gerak aktif. Gerakan alat-alat tubuh kita hanya dimungkinkan apabila otot-otot tubuh kita memendek dan memanjang. Contohnya, otot yang menempel pada tulang (otot
lurik), otot jantung, dan otot pembentuk usus (otot polos).

4) Jaringan darah
Jaringan darah berfungsi sebagai alat transportasi dan pelindung tubuh dari bibit penyakit. Sel darah terdiri atas darah merah, darah putih, dan trombosit.

5) Jaringan saraf
Jaringan saraf tersusun oleh sel- sel saraf. Sel saraf berfungsi menghantarkan rangsangan ( impuls ) dan beberapa fungsi lain, contohnya berpikir dan mengontrol otot. Contoh jaringan saraf, yaitu jaringan otak dan sumsum tulang belakang. Jaringan saraf tersususn oleh sel- sel saraf yang terdiri daribadan sel saraf, dendrit, dan akson.

3. Organ
Jaringan yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama akan membentuk organ. Organ pada flora ialah akar, batang, daun, bunga, biji dan buah. Organ-organ ini mempunyai fungsi yang berbedabeda. Organ pada insan dan binatang ialah mata, hidung, telinga, usus, dan lain lain.
Organ-organ yang terdapat pada tumbuhan, yaitu akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji bersama-sama tersusun atas banyak sekali jaringan. Daun sebagai organ tumbuhan, contohnya tersusun oleh jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan xilem, dan jaringan floem. Jaringan- jaringan tersebut secara bersama-samamembentuk daun sehingga sanggup menjalankan fungsinya sebagai daerah fotosintesis.

Pada binatang juga terdapat hal yang serupa. Beberapa jaringan bersatu menyusun suatu struktur tertentu dengan fungsi tertentu yang disebut organ. Beberapa organ yang terdapat pada hewan, antara lain mata, hidung, tangan, jantung, dan telinga.

Organ mata, tersusun oleh jaringan epitel, jaringan otot, jaringan ikat, dan jaringan saraf. Jika satu atau lebih
jaringan tersebut rusak atau hilang maka organ tersebut akan mengalami gangguan dalam menjalankan fungsinya.

4. Sistem Organ
Sistem organ ialah kumpulan dari organ-organ yang saling bekerja sama membentuk suatu sistem. Organ-organ yang dimiliki makhluk hidup tidaklah bekerja sendiri-sendiri. Beberapa organ akan saling bekerjasama dan secara terkoordinasi menjalankan suatu fungsi yang lebih luas lagi. Sebagai contoh, hidung, tenggorokan, dan paru-paru membentuk sistem pernapasan.

Seseorang tidak akan bisa bernapas dengan baik kalau salah satu organnya mengalami gangguan. Misalnya, pada ketika kau pilek, kau akan sulit bernapas lantaran akses pernapasan di hidung mengalami penyumbatan oleh lendir.

Tubuh kita bersama-sama tersusun oleh banyak sekali sistem. Sistem peredaran darah tersusun oleh jantung, darah, dan pembuluh darah. Sistem pencernaan tersusun oleh mulut, kerongkongan, lambung, pankreas, hati, usus halus, usus besar, dan anus. Setiap sistem organ terletak pada bab tubuh yang berbeda. Beberapa daerah sistem organ, ibarat sistem otot, sistem rangka, dan sistem saraf di dalam tubuh manusia

5. Organisme
Semua sistem organ akan bekerja sama untuk melaksanakan fungsi hidup atau proses kehidupan dan membentuk organisme. Oleh lantaran itu, satu makhluk hidup pada hakikatnya merupakan kesatuan dari beberapa sistem organ.

Sistem organ tersusun oleh beberapa organ, organ tersusun oleh beberapa jaringan, dan jaringan tersusun oleh sel- sel. Kesemuanya itu berfungsi secara teratur sehingga makhluk hidup sanggup beraktivitas dengan baik. Jika ada sel, jaringan, organ, atau sistem organ yang tidak berfungsi dengan baik maka makhluk hidup akan mengalami gangguan. Oleh lantaran itu, kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, lantaran sel, jaringan, organ, dan sistem organ yang kau miliki berfungsi dengan baik lantaran kehendak-Nya.

Belum ada Komentar untuk "Keragaman Sistem Organisasi Kehidupan Mulai Tingkat Sel Hingga Organisme"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel