Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manfaat Mempelajari Pendidikan Anti Korupsi Bagi Mahasiswa

Pentingnya Mahasiswa Belajar perihal Materi Pendidikan Anti Korupsi_Apa yang terlintas di pikiran Anda dikala mendengar kata korupsi?, Apa dampaknya bagi pembangunan?, Mengapa hal ini bisa terjadi ?, Dan  bagaimana cara mengatasi persoalan ini?, Lalu siapa sajakah  yang berperan dalam pemberantasan  tindak pidana korupsi?.

Sejak terbentuknya forum antirasuah KPK pada tahun 2002 silam, hingga kini tercatat sudah puluhan bahkan ratusan pejabat publik yang terpaksa mendekam di balik jerusi besi alasannya ialah terjerat kasus korupsi.

Tak tanggung-tanggung, orang besar  setingkat jendral polisi pun terpaksa mengalah  dan terjerambab masuk dalam dekapan KPK ikut menikmati dinginnya lantai prodeo akhir melaksanakan tindak pidana korupsi.
Pentingnya Mahasiswa Belajar perihal Materi Pendidikan Anti Korupsi Manfaat Mempelajari Pendidikan Anti Korupsi bagi Mahasiswa
Pendidikan Anti Korupsi via http://uty.ac.id/ 

Tercatat di tahun 2019 silam  tak kurang dari 13 pejabat publik negeri ini telah diciduk dan dijebloskan ke penjara. Irjen Djoko Susilo, Rudi Rubandini, Lutfi Hasan Ishaq, MirAnda S. Gultom, Ratu Atut Chosiyah, Aulia Pohan, Anas Urbaningrum, Muh  Nazaruddin, Andi Malarangeng, Surya Dharma Ali,Urip Tri Gunawan,dan banyak lagi pejabat yang ditangkap pada tahun-tahun berikutnya.

Para tersangka di atas bukan orang sembarangan. Mereka ialah para pejabat tinggi negeri ini. Mereka terlihat sangat santun di hadapan publik, bahkan  di belakang nama-nama mereka ada  title dan gelar yang mewakili info bahwa mereka telah menempuh pendidikan tinggi, dan menuntaskan prosesnya. Ya, mereka ialah para intelektual, para sarjana negeri ini.

Kita tahu di punggung mahasiswa terdapat setumpuk amanah yang harus mereka tunaikan. Pusat kontrol politik, ekonomi, pendidikan, iptek, dan lain sebagainya maju atau tidaknya, secara ilmiah berada  di tangan mahasiswa.

Lewat tangan-tangan hambar mereka, banyak sekali temuan kemajuan teknologi didapatkan. Observasi yang mereka buat  menjadi  menjadi referensi banyak sekali  masalah. Bahkan kiprah mahasiswa sebagai  “Agent Of Change” dan  “The Powe Of Controll” pada tahun 1998 telah berhasil menumbangkan rezim Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun.

Peran para mahasiswa dalam menangani kasus korupsi, tentu saja sangat urgent. Pengamatan dan penelitian mereka dalam kasus ini sangat mempunyai kegunaan bagi suksesnya pembangunan bangsa. Sebuah penelitian besar yang melibatkan banyak sekali fihak akan bisa merumuskan sebuah solusi.

Penelitian oleh para mahasiswa dari akar sebuah masalah,  diharapkan bisa mengatasi banyak sekali persoalan yang timbul akhir korupsi.

Mendeskripsikan korupsi dari banyak sekali aspek dan sudut pandang, mengumpulkan variable-variabel yang terkait, kemudian mengolah data dan info dengan cermat, akan  bermuara pada sebuah kongklusi yang merupakan solusi permasalahan.

Bila ini bisa dibentuk dan mahasiswa bisa mempertahankan di hadapan penguji, maka Skripsi, Thesis, Disertasi, atau apalah  namanya, akan menghantar mahasiswa memperoleh gelar yang ia cita-citakan.

Penelitian  korupsi di bidang ekonomi, dibutuhkan bisa memecahkan persoalan dan ketimpangan yang berujung pada distabilitas ekonomi.

Sebagai contoh, korupsi yang telah dilakukan oleh seorang petinggi partai pada  rekayasa kuota impor daging, telah membuat ekonmi Indonesia terguncang waktu lalu. Akibat ketidakadaan stok daging nasional, harga daging melangit, pedagang bakso dan pengusaha rumah makan menjerit. Melambungnya harga cabe hingga lebih dari 100ribu/kg,  telah menaikkan inflasi 5%.

Ini ialah sekadar contoh, masih ada lagi ratusan sub persoalan yang bisa dijadikan pijakan penelitian ekonomi. Bahkan penelitian bisa dibentuk mulai dari  akar yang paling ujung. Mulai dari perizinan, produksi, distribusi produk, dan penjualan. Yang pada hasilnya semua tindakan ini akan bermuara pada tindakan pencegahan pada tindak pidana korupsi.

Di bidang birokrasi, para mahasiswa bisa mulai melaksanakan penelitian dari proses pembuatan dokumen . Bagaimana awal ia  menjadi pejabat? Apakah dokumen yang dilampirkan resmi atau aspal? Dokumen aspal seringkali didapatkan dari cara instan. Membayar seseorang untuk menguruskan, kemudian persoalan selesai.

Sementara itu pejabat publik yang berwenang  acapkali mendapatkan begitu saja tips pemberian, tanpa berpikir panjang atas risiko yang akan terjadi di kemudian hari.

Sebagai pola soal akta tanah, pada masa kemudian orang hanya  hanya  mendaftarkan tanah-tanah mereka untuk disertifikasi lewat para calo tanah. Orang-orang kampung yang kurang berpendidikan, menyerahkan begitu saja semua berkas yang dibutuhkan. Tanpa mengetahui berkas itu untuk apa. Yang terjadi kemudian, akta itu jadi tapi beberapa penggalan tanahnya telah menjadi milik orang lain.

Bila penelitian ini dibentuk secara komprehenship dan menyeluruh terhadap semua aspek, akan banyak perubahan signifikan.

Negeri kita akan tertib manajemen dan terbebas dari korupsi. Dan perjuangan ini mulai nampak ,di kantor-kantor pemerintahan dan dinas-dinas terkait banyak terpampang poster yang isinya ialah himbauan semoga semua pengurusan dokumen jangan lewat calo, tidak boleh memperlihatkan tips dan sebagainya. Meskipun secara sembunyi-sembunyi tindakan itu masih ada saja yang melakukan.

Hubungan antara ekonomi keuangan dan politik bisa dikatakan sangat erat. Biaya politik yang   tinggi menjadi embrio terjadinya kegaduhan ekonomi. Para politisi telah mengeluarkan biaya yang sangat banyak untuk bisa duduk di singgasanannya.

Politik uang yang melibatkan para constituent yang dibayar untuk memilih, besarnya mahar partai, serta biaya-biaya untuk  untuk team sukses, membuat para  politisi berusaha sekuat tenaga, bahkan dengan segala cara , untuk mengembalikan modal yang  telah ia keluarkan-serta berharap menerima untung.

Tindakan ini tentu saja akan mendorong seorang politisi untuk melaksanakan tindak pidana korupsi. Tak hanya itu saja, di beberapa tempat banyak koruptor yang tertangkap mengaku bahwa mereka melaksanakan korupsi akhir tekanan dari para mantan pendukungnya terdahulu, yang terus menerus meminta imbalan ini dan itu.

Dari paparan di atas, terlukis dengan terang bahwa korupsi itu ialah tindakan tercela. Efek yang ditimbulkan tidak hanya pada pelakunya.  Tapi secara makro ikut memperlihatkan bantuan terhadap mandeknya ekonomi dan pembangunan.

Ini bukan persoalan  kecil, ini ialah persoalan super besar ,yang penyelesaiannya melibatkan banyak pihak. Ulama, Tokoh Masyarakat, LSM , bahkan rakyat biasa berpeluang sama memperlihatkan pinjaman dan melaksanakan pencegahan.

Sementara kiprah para mahasiswa ialah melaksanakan observasi, mengumpulkan data, kemudian melaksanakan pengujian secara ilmiah dan membuat rumusan-rumusan yang akan dijadikan materi oleh pihak yang berwenang untuk dikaji, dan diolah menjadi undang-undang.

Hanya di tangan para mahasiswa semua materi ini bisa diolah. Sementara masyarakat luas akan memperlihatkan pinjaman secara nyata. Dengan  mengamati dan melaporkan segala tindak pidana korupsi.

Yang pada akhirnya, sesudah  semua tindakan ini dibuat, akan membuat atmosfir gres dalam pembangunan. Dana yang dihimpun dari masyarakat luas oleh pemerintah, akan tersalurkan tepat sasaran tanpa dikorupsi.  Pembangunan berjalan lancar, masyarakat  mempercayai kinerja pemerintah. Dan tercipta masyarakat adil makmur menurut  PancaSila  dan UUD 1945  sebagaimana di cita-citakan oleh para leluhur kita.  Dan itu akan terwujud dengan tepat lewat tangan-tangan hambar mahasiswa yang bersungguh-sungguh berharap pada impian bersama. Semoga  semua bisa terwujud, dan kita semua akan menikmati hasilnya. Aamiin.

Posting Komentar untuk "Manfaat Mempelajari Pendidikan Anti Korupsi Bagi Mahasiswa"